

inNalar.com – Maluku Utara memang dikelilingi oleh sumber mata air berupa lautan yang mengitari beberapa gugusan pulaunya.
Namun ternyata kebutuhan embung semakin urgen lantaran krisis air bersih seringkali melanda wilayahnya, salah satunya di Pulau Hiri, Kota Ternate.
Infrastruktur penampung hujan ini bisa jadi solusi daerah tersebut mengatasi resesi air bersih daerahnya saat musim kemarau tiba.
Meski ada saja sumur bor di beberapa titik, tetapi Kepala Dinas PUPR Ternate Rus’an M. Nur Taib mengungkap bahwa infrastruktur itu belum memenuhi syarat.
Bahkan pada dasarnya terdapat dua rancangan solusi yang sudah disiapkan untuk mengatasi krisis ari tersebut.
Hal pertama yang mungkin untuk dilakukan, yaitu dengan membangun embung.
Baca Juga: Dibangun 1660, Keraton di Maluku Utara Ini Miliki Gaya Arsitektur yang Menyiratkan Makna Tersembunyi
Adapun pilihan yang kedua, yaitu melakukan pemasangan pipa yang diletakkan di dasar laut dengan jalur memanjang dari Ternate hingga Pulau Hiri.
Namun agaknya akan sulit dan cukup beresiko dengan pilihan solusi yang terakhir itu, mengingat laut yang mengitari daerah lokasi proyek berada di area perairan laut dalam.
Inilah yang kemudian mendorong Dinas PUPR setempat untuk berupaya merealisasikan embung sebagai solusi yang paling realistis dalam mengatasi permasalahan ini.
Rencananya, Embung Pulau Hiri ini akan dibangun di antara tiga wilayah, yaitu Kelurahan Tarfraka dan Dorari Isa, dan Kecamatan Pulau Hiri.
Untuk merealisasikan proyek ini, Dinas PUPR Ternate berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Usai rancangan proyek ini mendapatkan lampu hijau dari pihak pemerintah akhirnya progresnya pun kini sudah memasuki tahap baru.
Kini, progres proyek tercatat dalam masa sanggah dengan pihak pemenang tendernya adalah CV Aqilah Putri, menurut data LPSE.
Apabila tidak ada hal apapun yang merintanginya, sesuai jadwal yang tertera, bakal ada penandatangan kontrak pada 16 Januari 2024.
Proyek pembangunan Embung Pulau Hiri rupanya menelan anggaran yang tidak sedikit, yakni sebesar Rp14 miliar.
Dimungkinkan kucuran anggaran akan mengalir secara bertahap dan sembari itu pihak pemerintah dan BWS terus mensosialisasikan perihal proyek tersebut.
Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat ikut mendukung penyelesaian masalah krisis resesi air bersih ini.
Mengingat biaya yang digelontorkan tidak sedikit, maka harapannya dengan adanya tempat penampungan ini bakal memberikan kemudahan akses air bagi masyarakat.
Khususnya, warga Pulau Hiri pun tidak harus mengambil air bersih dari Pulau Ternate, tepatnya di Kelurahan Takome dan Sulamadaha dengan kapal.***