

inNalar.com – Sudah menjadi rahasia umum bagi warga Jawa Barat bahwa Pantai Pangandaran memiliki gelombang yang cukup kuat.
Sehingga dengan adanya pengaman pantai yang dirampungkan Kementerian PUPR tentu menjadi obat penenang tersendiri bagi warga yang tinggal di sekitarnya.
Meski ada masa ketika hempasan ombaknya cukup kuat, tetapi keindahan alam pesisirnya tidak pernah gagal bikin para pelancong ketagihan untuk datang kembali.
Melihat banyaknya potensi wisata dan begitu pentingnya keselamatan para warganya yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan inilah yang mendorong pemerintah untuk segera mencari solusinya.
Oleh karena itu, Kementerian PUPR, melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung menggarap proyek yang menelan pagu anggaran yang cukup fantastis.
Ongkos pembiayaannya diketahui mencapai Rp1,75 miliar, merujuk pada data LPSE.
Pada dasarnya ada dua pengaman yang dibangun di pesisir Pantai Pangandaran ini, yaitu tanggul laut sepanjang 1.920 meter.
Lebih lanjut, pengaman pantai yang ada di belahan timur ini diyakini bakal menekan tekanan kuat gelombang mencapai 30 persen.
Selain itu juga dibangun pula breakwater pemecah ombak yang akan mempertebal keamanan ketika tekanan gelombangnya semakin menguat.
Proses pengerjaannya pun diketahui memakan waktu hingga dua tahun, mulai dari 2020 sampai dengan 2022.
Pengerjaan proyek ini dikabarkan telah selesai, tetapi uniknya adalah para warga pun bisa tetap menikmati area pinggiran Pantai Pangandaran tersebut.
Pasalnya, Kementerian PUPR juga membuatkan fasilitas jogging track yang panjangnya mencapai 1.557 meter.
Baca Juga: Dibangun 1660, Keraton di Maluku Utara Ini Miliki Gaya Arsitektur yang Menyiratkan Makna Tersembunyi
Berlatarkan suara gemuruh ombak dan pemandangan gagahnya gelombang pantai pesisir Jawa Barat ini bakal jadi satu destinasi tambahan bagi warganya yang ingin berolahraga atau sekadar berlibur.
Lintasannya pun dibuat nyaman, para pengguna jalannya tidak perlu berdesak-desakan sebab lebarnya pun melapang hingga 3 meter.
Infrastruktur ini selain dimaksudkan untuk melindungi pemukiman dari abrasi, juga menjadi pengaman jalan dan perahu nelayan yang seringkali terancam akibat adanya hempasan ombak yang cukup keras.
Sebagai informasi tambahan, pengaman pantai dan pemecah ombak juga dibangun di enam titik di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Mulai dari pengaman pantai yang tersebar di Pantai Dadap, Limbangan, Dadap Blok Timur.
Sementara untuk pemecah ombak juga dibangun di Blok Dermaga Desa Dadap, Krangkeng, dan Groin Pantai Glayem.
Diharapkan makin banyak sarana dan prasarana infrastruktur pelindung wilayah pesisir yang tidak melepaskan potensi wisatanya.
Pada saat yang sama, diharapkan pula infrastruktur tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga keamanan dan kenyamanan pun dapat dirasakan oleh para warga yang tinggal di sekitarnya juga para pelancong yang hendak berwisata di pantai. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi