Kunker ke Vietnam, Presiden Jokowi Ajak Pengusaha Investasi di IKN hingga Pamerkan Potensi Pasar Karbon Indonesia Senilai Rp3,1 Kuadriliun

inNalar.com – Presiden Jokowi baru saja menghadiri acara dialog bisnis bersama dengan pengusaha di Hanoi, Vietnam pada 13 Januari 2024 lalu.

Pada kesempatan ini Presiden Jokowi mengajak para pengusaha asal Vietnam ini untuk menanamkan modal mereka ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang ada di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Jokowi mengundang para investor tersebut untuk berinvestasi di IKN sesuai dengan keahlian masing-masing perusahaan mereka.

Baca Juga: Gerus Anggaran Senilai Rp45 Miliar, Pembangunan Terminal Bandara di Ternate Ini Terancam Gagal, Kok Bisa?

Menurutnya, sampai sekarang ini investasi di IKN masih banyak peminatnya.

Tidak hanya itu, presiden juga mendorong Indonesia dan Vietnam agar terus memperkuat kerja sama agar mampu mewujudkan visi menjadi negara dengan pendapatan tinggi di tahun 2045 mendatang.

Terlebih kedua negara ini memiliki visi yang sama yakni menjadi “High Income Country” sehingga penting untuk berkolaborasi di berbagai sektor bisnis.

Baca Juga: Bidik Produksi 40.500 Ton Nikel, ANTAM Gaet PLN Guna Pasok Listrik Smelter Feronikel Haltim di Maluku Utara, Segini Daya Pembangkitnya

Melansir dari Antara, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia saat ini mempunyai potensi bursa karbon yang cukup besar.

Tepatnya sebesar 200 miliar dolar AS atau setara dengan Rp3,1 kuadriliun. Pasar karbon ini bahkan telah diluncurkan pada tahun 2023 kemarin.

Kemudian, mengenai investasri produsen kendaraan listrik VinFast di Indonesia presiden berharap agar dapat segera berproduksi di tahun 2026 mendatang.

Baca Juga: Aset ANTAM Tembus Rp35,5 Triliun, Smelter Feronikel Haltim di Maluku Utara Ini Bikin Produksi dan Penjualan Nikel Makin Jumbo

Kepala negara juga mengharapkan agar produsen tersebut membuka kolaborasinya dengan beberapa pengusaha di tanah air.

Jokowi juga mengharapkan adanya kerja sama dengan perusahaan Vietnam Sovico Group di bidang pengembangan kawasan segera terencana.

Mulai dari infrastruktur bandara sampai dengan pariwisata di tanah air.

Baca Juga: Laba Bersihnya Alami Kemerosotan, Besaran Utang PT Amman Mineral Internasional Semakin Melesat Tinggi

Ia berharap agar jumlah penerbangan maskapai penerbangan VietJet bisa ditambah untuk dapat menuju lokasi destiansi super prioritas yang didukung oleh pemerintah saat ini.

Contohnya saja Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, dan lainnya.

Pada kesempatan ini turut hadir pula Pham Minh Chinh selaku Perdana Menteri Vietnam.

Baca Juga: Percepat Commisioning Smelter, Jumlah Keuntungan PT Amman Mineral Internasional Anjlok

Selain itu, presiden juga didampingi oleh jajaran petinggi penting lainnya dari Indonesia.

Seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, hingga Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

Turut hadir pula Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Denny Abdi, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Gandi Sulistiyanto, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. ***

 

Rekomendasi