

inNalar.com – Warga Jawa Barat sesaat lagi bakal miliki destinasi wisata kebanggaan baru lantaran ada jembatan istimewa yang tengah dibangun.
Dinilai istimewa karena rupanya bentang panjang infrastruktur itu digadang bakal jadi jembatan gantung terpanjang di dunia.
Klaim tersebut diungkap oleh Menparekraf Sandiaga Uno tahun 2021, tepatnya saat pelaksanaan groundbreaking proyek pembangunan ekowisata bertaraf internasional.
Lebih lanjut, lintasannya yang menggantung hingga 535 meter ini digadang bakal langkahi rekor panjang jembatan di Swiss dan Portugal.
Sedikit informasi, infrastruktur serupa juga ada di Pengunungan Alpen Swiss, namanya Carles Kuonen sepanjang 490 meter.
Kemudian ada pula Jembatan Gantung di Portugal bernama Arouca dengan bentangnya 516 meter.
Lampauan rekor panjang kedua infrastruktur berkelas dunia inilah yang kemudian membuat Jembatan Gantung di Kabupaten Bogor bernilai istimewa.
Tidak hanya soal panjangnya, peletakannya yang menggantung di antara dua bukit ini bakal bikin para pengunjung setengah deg-degan, sebagiannya lagi terpesona dengan keindahan alamnya.
Tidak heran proyek ambisius ini sangat memikat hari Menparekraf Sandiaga Uno dan tentunya fulus yang mengucur pun tidak sedikit.
Diketahui, nilai investasi untuk membuat sepaket kawasan ekowisata bertema ‘Leisure Business’ ini mencapai Rp800 miliar.
Selain suspension brigre, nantinya akan dibangun pula cable car dengan rute lintasannya sepanjang 930 meter.
Jadi kini terungkap bahwa lokasi calon destinasi wisata terbaru di Jawa Barat ini dibangun di area ekowisata Eiger Adventure Land.
Sesuai dengan namanya yang cukup familiar, rupanya pihak pembangun kawasan ini adalah pemilik brand lokal ternama yang seringkali produknya digunakan para pecinta alam.
Objek ekowisata outdoor adventure ini bakal jadi destinasi menarik bagi para pecinta alam yang suka dengan suasana keasrian alam yang masih murni.
Pihak Eiger pun mengungkap bahwa pelaksanaan proyek di dekat Gunung Gede Pangrango ini hanya akan mengambil porsi 1,56 persen dari total lahan hijau yang ada.
Proses pembangunan juga akan diawasi ketat oleh pihak Kementerian Kehutanan dan pihak Eiger pun juga menjamin ekosistem kawasan garapan proyeknya.
“Kami hanya pakai 1,57 persen. Itu pun semua bangunannya berbentuk panggung, enggak ada yang nempel,” ungkap Ronny Lukito selaku Ketua PT Eigerindo.
Hal ini sebagaimana aturan dari pihak pemerintah, maksimal pengelolaan lahan hanya 10 persen dari total lahan seluas 300 hektar.
Diungkap olehnya pula bahwa bangunan yang akan dibangun sifatnya semi permanen dan keseluruhannya berbentuk bangunan panggung.
Artinya tidak ada bangunan yang benar-benar tertajak tanah, sehingga dampak penggunaan lahan hijau ini dapat diminimalisir.
Sebagai informasi tambahan, di belahan daerah Jawa Barat lainnya juga terdapat Jembatan Gantung sepanjang 370 meter.
Pemandangannya langsung merekah indah ke area Kawasan Rengganis di Ciwidey, Bandung.
Dengan bertambahnya sejumlah destinasi memukau baru di provinsi ini, diharapkan ekonomi daerah akan semakin merata. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi