

inNalar.com – Perusahaan tambang mineral dan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk terus berfokus menggarap proyek ambisiusnya.
Garapan proyek tembaga terbesar di dunia ini berfokus pada salah satu tambang milik MDKA yang berada di Banyuwang, Jawa Timur.
Hingga kini sederetan analisis besar-besaran terhadap site konsesinya itu masih terus dilakukan oleh emiten tambang ini.
Terlihat dari alokasi gelontoran dana eksplorasi di site paling spesial ini tercatat habiskan Rp233,6 miliar.
Perlu dicatat, total dana tersebut terbagi menjadi dua garapan MDKA, yaitu eksplorasi tembaga dan emas senilai Rp206,6 miliar.
Selanjutnya pengeboran juga dilakukan di tambang yang sama untuk menganalisis keberadaan emas dan perak dengan biaya Rp26,6 miliar.
Serapan dana tersebut sangat jumbo jika dibandingkan dengan ongkos eksplorasi di tambang lainnya yang ada di Maluku Barat Daya dan Gorontalo.
Tidak mengherankan apabila investasi proyek tembaga ini disebut bakal makan biaya hingga Rp16,27 triliun.
Lantas, ada ‘harta karun’ apa yang telah memikat PT Merdeka Copper Gold Tbk hingga getol eksplorasi Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi?
Pihak perusahaan diketahui tengah menggali informasi mengenai kandungan sumber daya mineral menjanjikan di bawah Tambang Emas Tujuh Bukit.
Rupanya site yang satu ini diketahui memiliki kandungan mineral sebanyak 1,71 miliar ton.
Sumber daya mineral tersebut mencakup dua komoditas berharga, yakni tembaga dan emas.
Kadar tembaga dari area eksplorasi sumber dayanya itu diketahui sebesar 0,47 persen, dan ada 0,5 gram per ton emas.
Dari kadar yang telah terindikasi tersebut, proyek ini bakal mengincar setidaknya kandungan 8,1 juta ton tembaga dan 27,4 juta ons emas.
Proyek ambisius ini telah digarap PT Merdeka Copper Gold sejak tahun 2018 dan eksplorasinya masih terus dilakukan hingga kini.
Gelontoran dana yang telah dihabiskan sejauh ini sudah mencapai 176 juta USD, terkhusus untuk rangkaian eksplorasi mereka di sepanjang area 1.890 meter.
Proyek Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi ini diproyeksikan bakal mampu memproses 24 juta ton bijih per tahun.
Harapannya pula bakal mampu menghasilkan 110 ribu ton tembaga dengan usia tambang yang lebih dari 30 tahun.
Sebagai informasi, metode yang bakal diterapkan di area konsesinya ini akan menggunakan langkah penambangan bawah tanah.
Area Izin Usaha Pertambangan di Jawa Timur ini dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI).
Adapun luas area lahan kerukannya ini meluas hingga 4.998 hektare, tepatnya berada di hutan yang ada di Desa Sumberagung, Kabupaten Banyuwangi.
Namun demikian, area yang aktif dieksploitasi oleh MDKA hanya 992 hektare dari total lahannya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi