

InNalar.com – Belum lama ini Indonesia telah memiliki megaproyek kilang gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) terbesar.
Letak dari LNG tersebut berada di lapangan gas Tangguh Train 3 (Blok Tangguh Train 3 ), Teluk Bintuni, Papua Barat.
Disebut belum lama ini, sebab peresmiannya juga baru dilakukan pada November 2023 kemarin oleh Presiden Jokowi.
Perlu diketahui, setelah diresmikannya tersebut, maka blok Tangguh totalnya telah memiliki 3 train.
Karena telah memiliki 3 train, maka jumlah produksi dari LNG blok Tangguh menjadi 11,4 juta ton per tahun.
Sedangkan sebelumnya, saat baru memiliki 2 train, jumlah produksi LNG per tahunnya hanya 7,6 juta ton.
Jadi, dengan memiliki kapasitas produksi 11,4 juta ton per tahun, maka blok Tangguh menjadi kilang gas alam cair terbesar di Indonesia.
Hal tersebut tentu akan memberikan dukungan ke target pemerintah pada tahun 2030 dengan target produksi gas nasional sebesar 12 miliar kaki kubik per hari.
Akan tetapi untuk membangun train 3, ternyata investasi yang dikucurkan sangatlah besar.
Dilansir InNalar.com dari Portal Informasi Indonesia, Karena investasi dalam membangun train 3 ini mencapai USD4,83 miliar.
Jika diubah ke mata uang Indonesia, maka jumlah tersebut sekitar Rp72,45 triliun.
Perjuangan dalam membangun blok Tangguh train 3 di teluk Bintuni ini pun sebenarnya cukuplah sulit.
Sebab sebenarnya pembangunan kilang minyak di Papua Barat ini sudah dikerjakan sejak 2016.
Akan tetapi, pengerjaan megaproyek tersebut ternyata sempat terhenti karena adanya pandemik virus covid-19 pada tahun 2020 yang lalu.
Walaupun setelah menghadapi beberapa kendala tersebut,akhirnya kilang gas alam cair di blog Tangguh ini bisa diresmikan pada November 2023.
Adapun yang mengoperatori Blok Tangguh ini adalah BP Berau Ltd.
Sekedar informasi, bahkan sebelum blok tangguh train 3 ini rampung digarap, sebenarnya sudah ada pembelinya.
Pembeli yang dimaksud adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan offtaker atau pembeli dari pasar internasional. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi