

inNalar.com – Terdapat infrastruktur olahraga yang sempat jadi kebanggan bagi warga Kalimantan Timur, namun kini malah mangkrak atau nampak terbengkalai.
Bangunan tersebut adalah kompleks olahraga stadion bertaraf internasional yang berada di Kota Samarinda.
Disebut jadi kebanggaan, sebab komplek olah raga tersebut kemegahannya saja dikatakan dapat menyaingi Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta.
Adapun nama dari kompleks olahraga yang mangkrak dan akan digadang-gadang akan menjadi home base oleh Borneo FC ini adalah Stadion Utama Palaran.
Bagaimana tidak, kompleks olahraga ini sejatinya sudah dilengkapi dengan venue yang cukup lengkap.
Venue tersebut meliputi gedung bulutangkis, lapangan tenis, stadion akuatik, bisbol, panjat tebing, sirkuit sepatu roda, hingga stadion utama.
Ditambah pada tahun 2008 lalu, kompleks olahraga tersebut juga sempat jadi lokasi ajang PON di Indonesia.
Bahkan fasilitas ini juga mengukir sejarah karena menjadi yang pertama untuk diselenggarakannya multicabang olahraga di luar Pulau Jawa.
Akan tetapi setelah ajang PON tersebut usai, perlahan-lahan fasilitas olahraga megah tersebut semakin sepi, dan minim aktivitas.
Sebab itulah gelanggang ini disebut terbengkalai, karena kurangnya aktifitas hingga nampak seperti mangkrak.
Dilansir inNalar.com dari deputi3.kemenpora.go.id, diketahui pada tahun 2021 kondisi dari stadion utama yang digunakan untuk PON tersebut dapat dibilang memprihatinkan.
Pasalnya, kondisi tembok bangunan saja sudah retak dengan tiang pancang stadion yang berkarat, hingga telah ditumbuhi rumput liar.
Padahal anggaran yang dikucurkan untuk membangun stadion bertaraf internasional di Samarinda ini yaitu sebanyak Rp800 miliar.
Tentu ini serasa Rp800 miliar terbuang percuma karena kompleks olahraga ini terlihat terbengkalai atau mangkrak.
Sedangkan total keseuluruhan untuk membangun kompleks olahraga tersebut jumlahnya yakni sekitar Rp3 triliun.
Selain itu, terdapat pula kondisi jalan menuju kompleks olahraga tersebut yang sudah rusak dan bolong-bolong.
Perlu diketahui, sebenarnya pemprov Kalimantan Timur sudah memasukan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk melakukan perawatan pada stadion utama bertaraf internasional tersebut.
Namun, ternyata anggaran tersebut dirasa kurang, karena stadion itu saja luasnya mencapai 88 hektar ditambah dengan adanya 10 venue.
Akan tetapi, tampaknya kondisi tersebut akan mulai berubah.
Sebab Berdasarkan situs resmi pemprov Kalimantan Timur, pada awal tahun ini pemerintah tengah melakukan usaha untuk merevitalisasi stadion tersebut.
Bahkan Borneo FC juga berencana untuk menjadikan stadion tersebut menjadi home base.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi