

inNalar.com – Harapannya tidak akan lama lagi Provinsi Jawa Barat bakal memiliki daerah dengan moda transportasi yang terbilang masih baru di Indonesia.
Pemeritah Kota Bogor tampak semakin serius merealisasikan proyek trem di area perkotaannya yang diproyeksikan bakal terkoneksi langsung dengan LRT Jabodebek.
Sebagaimana usulan Plt. Dirjen KA Kemenhub Zulmafendi, sebaiknya proyek ini terhubung dengan LRT Jakarta – Bogor – Depok – Bekasi (Jabodebek).
Dengan keterhubungan trem dengan LRT Jabodebek ini tentunya akan menambah mantap pilihan moda transportasi antara Jakarta dan Bogor.
Jika biasanya warga yang wara-wiri di antara kedua kota tersebut cukup mengandalkan KRL Commuter Line dan Bus Trans Pakuan.
Maka dengan rancangan rute LRT Jabodebek ruas Cibubur – Barangsiang yang terhubung dengan halte trem di area perkotaan bisa bikin warga semakin dekat dengan jangkauan rumahnya.
Pasalnya rute trem yang bakal dibangun pemerintah kota akan tersebar di berbagai titik yang ada di dalam area perkotaan.
Untuk memajukan langkah Proyek Trem Bogor, akhirnya perusahaan Swasta bernama Colas Rail telah mengungkap hasil Feasibility Study (FS).
Dari hasil kajian yang dilakukan oleh Perusahaan Perancis, terungkap bahwa estimasi kebutuhan dana untuk wujudkan proyek impian di Kota Hujan ini mencapai Rp1,5 triliun.
Rancangan rute moda transportasi modern ini pun dibeberkan bahwa nantinya akan ada empat koridor jalur sepanjang 7,1 kilometer.
Koridor pertama akan terdiri dari 8 halte yang akan dimulai dari titik Baranangsiang berlanjut melewati Bogor Trade Mall hingga menembus ke Jalan Paledang.
Setelah dari Jalan Paledang, rute lanjutannya menuju Alun-Alun Bogor yang menyambung ke Sempur dan menembus ke Lippo Plaza Mall Kebun Raya Bogor.
Dari mall tersebut, berlanjut lagi menuju Rumah Sakit PMI hingga akhirnya kembali lagi ke Barangsiang.
Kemudian untuk rute koridor kedua dan ketiga, Warung Jambu akan menjadi titik rute bercabang ke dua daerah yang berbeda.
Koridor kedua, trem dari halte Warung Jambu akan menuju daerah Jalan Pengadilan yang nantinya ada 10 terminal yang akan dilalui.
Sementara untuk koridor ketiga, dari titik yang sama akan bersambung menuju Lippo Plaza dengan 12 halte yang menguhubungkan kedua titik tersebut.
Selanjutnya untuk koridor keempat, Halte Baranangsiang akan menyambing hingga Plaza Ekalokasari dengan jumlah halte yang sama dengan koridor sebelumnya.
Dalam mewujudkan proyek ini, Wali Kota Bima Arya pun telah berkonsultasi dengan Kementerian BUMN.
Atas saran yang diberikan oleh Wakil Menteri BUMN, Rosan Perkasa Roeslani, perlu adanya konsorsium guna memperjelas mekanisme pengerjaan proyeknya.
Tentunya Proyek Trem Bogor ini akan membutuhkan sinergi dengan berbagai kementerian lainnya, terlebih soal pendanaan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi