Serap APBN Rp63 Miliar, Bendungan di Kalimantan Timur Mampu Aliri Lahan Pertanian Seluas 1500 Hektar, Kapan Beroperasi?

InNalar.com – Bendungan tentu merupakan infrastruktur yang cukup penting, karena bisa dimanfaatkan untuk mengaliri lahan pertanian warga.

Begitu pula dengan infrastruktur penampungan air ini, yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sayangnya, infrastruktur penampungan air tersebut hingga kini belum beroperasi.

Baca Juga: Gelontorkan Dana Rp520 Miliar, Indonesia Bakal Punya Landed House Hijau di IKN Nusantara, Per Unitnya Rp14,4 Miliar!

Padahal sebenarnya konstruksi dari tempat penampungan air ini sudah selesai 100% dari tahun 2021.

Apalagi manfaat yang dapat diberikan infrastruktur ini juga akan memberikan dampak positif bagi para warga.

Sebab, saat tempat penampungan air tersebut beroperasi, lahan irigasi yang dapat teraliri dari infrastruktur ini bisa mencapai 1.500 hektar.

Baca Juga: Kucurkan Anggaran Rp9,1 Triliun, PUPR Bangun Tol Baru di IKN Nusantara yang Ditargetkan Usai Pertengahan 2024

Bagaimana tidak, kapasitas tampung yang dimiliki dari infrastruktur di Kutai Kartanegara saja jumlahnya mencapai 12,37 juta m3.

Dilansir InNalar.com dari laman PUPR, Hal tersebut membuat para petani dapat meningkatkan jumlah panen mereka dibandingkan sebelum adanya tempat penampungan air ini terbangun.

Sekedar informasi, diperkirakan dengan adanya infrastruktur ini maka dapat mengembangkan dan meningkatkan aliran irigasi yang mana di daerah Kutai Kartanegara potensinya lebih dari 3.000 hektar.

Baca Juga: Prediksi Arsenal vs Crystal Palace di Liga Inggris 2023-2024: Peluang ‘Emas’ Susul Liverpool dan Manchester City?

Selain itu, tempat penampungan air ini juga memiliki fungsi dalam memenuhi kebutuhan air baku sebanyak 450 liter/detik.

Bahkan bendungan ini juga memiliki fungsi dalam mereduksi atau mengendalikan banjir hingga dimanfaatkan menjadi objek pariwisata.

Maka tak heran anggaran APBN sampai terserap sebanyak Rp63,03 miliar agar tempat penampungan air di daerah kalimantan Timur ini dapat terbangun.

Baca Juga: Prediksi Udinese vs Milan di Liga Italia 2023-2024: Kesempatan Olivier Giroud Susul Pundi-pundi Gol Lautaro Martinez?

Sementara itu, nantinya bendungan ini akan mengambil sumber air dari Aliran Sungai Marangkayu yang luasnya mencapai 243 km2.

Meski sejak konstruksinya rampung pada tahun 2021 dan hingga kini belum aktif, namun saat ini pemerintah tengah berusaha agar infrastruktur ini dapat segera beroperasi.

Pasalnya, pemerintah tengah melakukan pembebasan lahan agar infrastruktur ini dapat sesegera mungkin dapat dioperasikan.

Baca Juga: Kuras Rp638,8 Miliar, IPAL di IKN Kalimantan Timur Bakal Beroperasi Agustus 2024, Intip Kapasitasnya!

Menurut situs resmi pemerintah provinsi Kalimantan Timur, nantinya bendungan ini ditargetkan akan mulai digenangi air dan beroperasi pada April 2024.

Adapun nama dari tempat penampungan air yang dimaksud adalah Bendungan Marangkayu. ***

 

Rekomendasi