

inNalar.com – Riduan Direktur Utama Bank Mandiri yang baru saja dilantik menjadi sorotan publik, terutama setelah pengumuman resmi yang menyebutkan bahwa ia akan memimpin salah satu bank terbesar di Indonesia tersebut.
Pengangkatannya menarik perhatian tak hanya karena posisinya yang strategis, tetapi juga karena rekam jejaknya di industri perbankan nasional.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Senin pagi (4/8), Riduan yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama, resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Junaidi.
Baca Juga: Drama Baru Kasus Gula! Tom Lembong Laporkan Hakim dan Auditor BPKP ke Mahkamah Agung
Penunjukan Riduan menjadi Dirut merupakan bagian dari langkah strategis restrukturisasi perusahaan yang disepakati dalam forum RUPSLB.
Langkah ini sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai arah kepemimpinan baru di institusi perbankan milik negara tersebut.
Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashdiq Iswara, menjelaskan bahwa pergantian direksi ini merupakan langkah strategis jangka panjang yang telah dirancang untuk memperkuat arah transformasi perusahaan.
Baca Juga: Bupati Bantul Beri Ruang Kreativitas Warga, Izinkan Bendera One Piece Berkibar
Riduan akan resmi menjalankan tugasnya setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui proses Uji Kemampuan dan Kepatutan, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Riduan Direktur Utama Bank Mandiri, pria kelahiran Palembang tahun 1970, menyelesaikan pendidikan sarjana dan magisternya di Universitas Sriwijaya, salah satu perguruan tinggi ternama di Sumatra Selatan.
Karier Riduan di Bank Mandiri dimulai pada tahun 2016, ketika ia dipercaya menjabat sebagai Regional CEO II/Sumatra 2 di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selama satu tahun.
Baca Juga: Spotify Naikkan Tarif Premium, Segini Perbandingan Harga di Indonesia dan Negara Lain
Riduan pernah menjabat sebagai Komisaris di PT Mandiri Sekuritas pada periode 2018 hingga 2019. Perusahaan ini merupakan anak usaha Bank Mandiri yang fokus pada layanan jasa keuangan dan aktivitas di sektor pasar modal.
Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, ia lebih dulu menempati posisi Direktur Commercial Banking selama periode 2019 hingga 2024, kemudian melanjutkan kariernya sebagai Direktur Corporate Banking pada 2024 hingga awal 2025.
Kehadiran Riduan Direktur Utama Bank Mandiri mencuri perhatian publik, terutama karena sorotan terhadap gaya hidupnya serta jumlah kekayaan yang ia laporkan secara resmi.
Sebagai pejabat publik di sektor BUMN, laporan harta kekayaannya tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dapat diakses masyarakat secara terbuka melalui situs resmi KPK.
Berdasarkan data terakhir dari LHKPN, Riduan diketahui memiliki total kekayaan yang cukup fantastis.
Berdasarkan laporan resmi LHKPN terbaru per 24 Maret 2025, total kekayaan Riduan tercatat mencapai Rp126.887.846.276 setelah dikurangi total utang sebesar Rp7.373.511.708.
Nilai kekayaan ini mencerminkan akumulasi aset dalam berbagai bentuk, mulai dari properti hingga kendaraan mewah dan surat berharga.
Aset properti Riduan tersebar di berbagai wilayah strategis seperti Jakarta Selatan, Bekasi, Palembang, dan Karawang.
Total nilai aset tanah dan bangunan yang dimiliki mencapai Rp49.097.729.579. Beberapa aset bernilai tinggi antara lain:
– Sebidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 375 m²/377 m² dengan nilai Rp11,72 miliar.
– Tanah dan bangunan lain di lokasi yang sama seluas 365 m²/317 m² senilai Rp14,75 miliar.
– Properti lainnya juga tersebar di Bekasi, Palembang, dan Karawang dengan nilai beragam mulai dari Rp750 juta hingga Rp2,8 miliar per unit.
Riduan juga tercatat memiliki sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua dengan total nilai mencapai Rp3.615.475.000. Koleksi ini terdiri dari:
– BMW X5 tahun 2020 senilai Rp1,32 miliar
– Mitsubishi Pajero Sport tahun 2022 senilai Rp560 juta
– Toyota Alphard tahun 2016 senilai Rp640 juta
Beberapa kendaraan lainnya seperti Toyota Camry, Chevrolet, dan sepeda motor Honda, Yamaha, termasuk Yamaha XMAX dan Honda Beat keluaran 2024
Selain properti dan kendaraan, kekayaan Riduan Direktur Utama Bank Mandiri juga mencakup:
– Harta bergerak lainnya senilai Rp1.333.200.000
– Surat berharga sebesar Rp38.010.782.000
– Kas dan setara kas mencapai Rp42.204.171.405
Nilai kas ini menunjukkan likuiditas tinggi, yang menandakan bahwa Riduan memiliki dana cadangan cukup besar di luar aset tetap dan investasi.
Menariknya, dalam laporan tersebut tidak terdapat rincian pada pos “Harta Lainnya”. Meski demikian, nilai total harta sebelum dikurangi utang tetap fantastis, yakni Rp134.261.357.984.
Riduan memiliki utang sebesar Rp7.373.511.708, yang jika dikurangkan dari keseluruhan aset, maka total kekayaan bersih yang dimilikinya adalah Rp126.887.846.276.
Jumlah ini mempertegas posisi Riduan sebagai salah satu petinggi BUMN dengan kekayaan pribadi yang sangat signifikan.
Demikian informasi mengenai rincian kekayaan Riduan Direktur Utama Bank Mandiri yang baru saja dilantik.***(Farida Fakhira)