

inNalar.com – Tahukah bahwa Indonesia memiliki perusahaan infrastruktur telekomunikasi digital yang digadang terbesar di kawasan Asia Tenggara?
Terlihat dari sebaran menara milik perusahaan di Jawa Barat saja mencapai 4.071 unit.
Namun perlu dicatat, total sebaran tower yang dimiliki perusahaan telekomunikasi ini sebanyak 37.091 unit di seluruh Indonesia.
Bahkan jumlah unit tersebut sudah bertambah sebanyak 5,8 persen selama sembilan bulan terakhir tahun 2023 untuk periode Januari – September.
Sebagai informasi, periode serupa di tahun sebelumnya emiten tercatat memiliki aset menara telekomunikasi dengan jumlah 35.051.
Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi digital ini namanya adalah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk.
Emiten penguasa menara di seluruh Indonesia ini biasa dikenal dengan sebutan Mitratel dengan kode perusahaannya, yaitu MTEL.
Kinerja perusahaan telekomunikasi ini dinilai cukup gemilang di sepanjang tahun 2023.
Sebab di saat perusahaan lainnya mengalami kelesuan performa bisnis di lini ini, Mitratel berhasil dulang pendapatan yang cukup banyak selama setahun.
Kenaikan pendapatan tersebut dipicu oleh penambahan aset besar-besaran yang dilakukan pihak perusahaan.
Selama setahun terakhir, perusahaan infrastruktur telekomunikasi digital ini berhasil membangun 481 menara yang baru.
Melalui cara lain, MTEL pun menambah aset berupa 1.192 menara lewat langkah akuisisi yang dilakukan pihak perusahaannya.
Alhasil, kini aset menara Mitratel di seluruh Indonesia jika dirinci, sebanyak 21.586 tower berada di luar Pulau Jawa.
Sementara sejumlah 15.505 tower telekomunikasi juga tersebar di area Pulau Jawa.
Untuk area Pulau Jawa, jumlah menara terbanyak tersebar di Jabodetabek, yakni 4.269 tower dengan 6.202 tenant.
Disusul sebaran di Jawa Barat yang terdapat 4.071 tower dengan jumlah tenant sebanyak 6.719 unit.
Lalu di Jawa Tengah terdapat pula 3.258 menara dan 3.637 tower tersebar du Jawa Timur.
Adapun persebaran menara di Sumatera Utara hingga belahan selatannya jumlahnya mencapai 10.492 unit tower.
Sementara di Pulau Kalimantan juga tersebar 3.550 tower. Selanjutnya di Pulau Sulawesi sebanyak 3.403 unit aset perusahaan.
Kemudian di Bali dan Nusa Tenggara tercatat pula 2.511 tower serta Papua dan Maluku juga tersebar 1.630 unit.
Tidak heran PT Mitradaya Telekomunikasi Tbk berhasil dulang cuan hingga Rp6,3 triliun dengan catatan laba bersih sebesar Rp1,43 triliun.
Sebagai informasi tambahan, Mitratel digadang menjadi salah satu perusahaan telekomunikasi digital yang paling profitable.
Terlebih bentangan kabel fiber optic milik MTEL ini telah membentang panjang hingga 29.042 kilometer.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi