Progres 27 Persen, Bendungan Seharga Rp1,47 Triliun di NTT Bisa Tingkatkan Produksi Beras 2,5 Kali Lipat, Kapan Rampung?

inNalar.com – Tahun ini Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memiliki infrastruktur bendungan baru.

Infrastruktur yang ditargetkan rampung pada akhir 2024 di kabupaten Nagekeo ini adalah Bendungan Mbay.

Letak proyek penampung air tersebut berada di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga: Biaya Investasinya Rp24,6 Triliun, Proyek Tol Mangkrak Sepanjang 96,84 Km di Bali Kembali Jadi Dapat Atensi Publik, Kenapa?

Pengerjaan proyek ini telah dilaksanakan sejak tahun 2021 lalu.

Diketahui pada awal Desember 2023 kemarin, progres dari pembangunan infrastruktur ini telah mencapai 27%.

Sementara itu, pembangunannya juga telah berada di tahap breakthrough terowongan pengelak.

Baca Juga: PHK 1.500 Karyawan, Pabrik Ban Asal Korea Selatan yang Berlokasi di Jawa Barat Ini Terpaksa Berhenti Operasi

Saat penampungan air ini terbangun, diharapkan infrastruktur tersebut mampu memberikan manfaat yang banyak bagi para masyarakat sekitar.

Ditambah sejak 2015 kemarin, pemerintah telah meresmikan sebanyak 3 bendungan di daerah NTT.

Perlu diketahui, Nusa Tenggara Timur merupakan satu daerah di Indonesia yang iklimnya kering.

Baca Juga: Seret Progres 47 Tahun, Pengembangan Migas di Blok East Natuna Kepulauan Riau Masih Sepi Peminat Meski Simpan Sumber Daya 46 Tcf, Penyebabnya…

Karena itulah, saat infrastruktur tempat penampungan airnya bertambah, maka hal ini akan memberikan manfaat yang besar bagi para masyarakat sekitar.

Apalagi kapasitas tampung yang dimiliki bendungan ini mencapai 51,7 juta meter kubik yang bersumber dari Sungai Aesesa.

Selain itu, luas genangan yang dimiliki tempat penampungan air ini juga mencapai 499,5 hektar.

Baca Juga: Kuasai 4.071 Menara di Jawa Barat, Pendapatan Perusahaan Infrastruktur Telekomunikasi Digital Terbesar se-Asia Tenggara Ini Melonjak hingga…

Dengan begitu, maka bendungan ini nantinya mampu mengaliri sekitar 4.200 hektar lahan pertanian, beserta dengan pengembangannya sebanyak 1.900 hektar.

Sedangkan saat lahan sawah sebanyak 4.200 hektar di Nagekeo teraliri air dengan baik, maka hal tersebut dapat meningkatkan banyaknya para petani panen.

Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, sebab saat bendungan ini sudah beroperasi, diharapkan produksi beras di NTT dapat meningkat sebanyak 250%.

Baca Juga: Masuk Anggaran Rp11,44 Triliun, IPA Sepaku Semoi di Penajam Paser Utara Bakal Dilengkapi 2 Reservoir Berkapasitas Jumbo, Intip Progresnya

Persentase tersebut setara dengan peningkatan produksi beras sebanyak 2,5 kali lipat.

Bahkan selain memberikan manfaat bagi para petani, infrastruktur ini juga mampu memenuhi kebutuhan air baku di Nagekeo sebesar 205 liter/detik.

Ada pula manfaat lain adanya waduk ini nanti adalah untuk mengurangi debit banjir di Sungai Aesesa sebesar 283 m3/detik.

Baca Juga: Banyak ‘Kolam Mini’, Jalan di Area Terminal Bubulak Bogor Seluas 8.000 M2 Ini Bakal Diintervensi PUPR, Tak Kunjung Diperbaiki Ternyata Karena…

Sedangkan untuk membangun Bendungan Mbay, pemerintah telah mengucurkan dana sebanyak Rp1,47 triliun.***

Rekomendasi