Proses Sampah 2.131 Ton per hari, Anak Usaha UNTR Kolab Bareng 2 Perusahaan Elit Jepang Buat Bangun TPPAS Senilai Rp4 Triliun di Bandung Jawa Barat

inNalar.com – Arah bisnis PT United Tractors (UNTR) makin serius garap infrastruktur pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui anak usahanya, PT Energia Prima Nusantara (EPN).

Jadi untuk menggarap proyek pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) di Bandung, Jawa Barat, EPN berduet dengan 2 perusahaan besar asal Jepang lainnya.

Kedua perusahaan Jepang tersebut, yaitu Hitachi Zosen Corporation (HITZ) dan Sumitomo Corporation (SC).

Baca Juga: Aliri 90 Ribu Hektar Pertanian, Pembangunan Bendungan Rp6,5 Triliun di Jawa Barat Sampai Lalui 6 Kali Pergantian Presiden

Dari hasil kongsi bareng antara EPN, HITZ, dan SC itu muncul sebuah perusahaan patungan atau joint venture yang bernama PT Jabar Enviromental Solutions.

Usai membentuk perusahaan tersebut, ketiga perusahaan menyetorkan modalnya masing-masing dengan porsi yang berbeda.

Penanaman modal yang dilakukan SC jumlahnya paling besar di antara dua partisipan lainnya, yaitu sebesar Rp6 miliar.

Baca Juga: Jumlah Laba Bersih Meroket, PT Samator Indo Gas Tbk Catatkan Penurunan Besaran Utang

Kemudian EPN, anak usaha UNTR sendiri telah menyetorkan modal bagi perusahaan baru ini sebesar Rp3 miliar.

Sementara untuk HITZ menyetorkan modal sebesar Rp1 miliar. Dana yang terkumpul tersebut akan digunakan untuk mengeksekusi proyek TPPAS Regional Legok Nangka di Bandung.

Lantas, proyek seperti apa yang bakal digarap oleh ketiga pihak yang bergabung dalam sebuah perusahaan baru tersebut?

Baca Juga: Usai 7 Tahun Meredup, Pemprov Jawa Barat Bakal Lanjutkan Proyek LRT Bandung Raya Senilai Rp13 Triliun, Nyambung Kereta Cepat Whoosh?

Proyek ini berupa pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan sistem pengelolaan sampah dengan prinsip ‘Waste to Energy’.

Investasi yang diperkirakan untuk menggarap sebuah Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) di Bandung ini membutuhkan sekitar Rp3,55 triliun.

Merujuk pada data KPBU Kemenkeu, biaya sebesar Rp3,45 triliun akan berfokus pada segala keperluan pembangunan proyeknya.

Baca Juga: Membentang 150 Km, Proyek Jalan Tol Pontianak-Singkawang di Kalimantan Barat Bisa Dorong Mempawah Jadi One Stop Service Investor

Sementara Rp100 miliar diperuntukkan untuk perkiraan biaya pemeliharaan infrastruktur yang digarap setiap tahunnya.

Garapan proyek TPPAS Regional di Bandung ini menggunakan skema pendanaan KPBU.

Nantinya Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bekerja sama dengan PT Jabar Enviromental Solutions yang terdiri dari anak usaha UNTR beserta 2 perusahaan Jepang, HITZ dan SC.

Baca Juga: Dibangun 52 Tahun, Bendungan Terbesar Senilai Rp3 Triliun di Jawa Barat Ternyata Sempat Molor hingga Terima 2000 Aduan

Proyek TPPAS Regional Legok Nangka ini akan melayani kapasitas 2.000 ton sampah per hari untuk enam kabupaten dan kota di sekitarnya.

Jadi pihak perseroan akan mengumpulkan sampah yang datang dari Kota Bandung, Cimahi, Garut, Sumedang, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat.

Lokasi pembangunan proyeknya akan bertempat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Legok Nangka.

Baca Juga: Siapkan Belanja Modal Rp1,1 Triliun Tahun 2024, PT Samator Indo Gas Tbk Catatkan Kenaikan Jumlah Laba Bersih

Sebagai informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi TPPAS Regional yang nantinya akan direalisasikan, bangunannya bakal berdiri di atas lahan seluas 90 hektare.

Adapun kapasitas pengolahan dan pemrosesan sampah menjadi energi ini berkisar antara 1.853 – 2.131 ton per hari.

Rencananya proyek pengerjaan yang dilakukan anak usaha UNTR dan kedua perusahaan Jepang tersebut mulai dari desain, konstruksi, pendanaannya, hingga pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas manajemen sampahnya. ***

 

Rekomendasi