

inNalar.com – Salah satu fasilitas publik yang kini tengah dikebut perbaikannya oleh Kementerian Perhubungan adalah Pelabuhan Perikanan Nusantara atau PPN Brondong.
PPN Brondong sendiri terletak di Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Merupakan sebuah pelabuhan perikanan terbesar yang ada di Provinsi Jatim yang dibangun untuk memudahkan masyarakat khususnya nelayan untuk mencari ikan.
Melansir dari laman Kementerian Perhubungan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sendiri telah melakukan kunjungan ke area pelabuhan ini pada Minggu, 21 Januari 2024.
Ia telah berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk memperbaiki pelabuhan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa adanya perbaikan ini telah diarahkan langsung oleh Presiden Jokowi.
Adapun beberapa kolaborasi yang dilakukan ini bersama Kementerian PUPR hingga Terminal Khusus atau Tersus di Kab. Lamongan.
Termasuk pula Pelindo dan Balai Besar Wlayah Sungai Bengawan Solo.
Terlebih sebelumnya pada tahun 2021 lalu, Presiden Jokowi telah mengunjugi area pelabuhan tersebut.
Menteri Perhubungan menjelaskan bahwa Presiden menyanggupi permintaan para nelayaan untuk melakukan pengerukan dan peninggian lampu haluan pelabuhan.
Menurutnya, terdapat dua titik yang akan menjadi fokus perbaikan di wilayah ini. Yaitu daerah kolam serta kali asin.
Adapun masalah yang dikeluhkan oleh para nelayan yaitu adanya pendangkalan pelabuhan.
Hal tersebut menyulitkan kapal mereka untuk berlabuh. Inilah mengapa para nelayan menginginkan adanya perbaikan dan pengerukan di PPN Brondong.
Termasuk peninggian lampu haluan di pelabuhan ini.
Dengan adanya perbaikan ini maka diharapkan dapat memudahkan pergerakan kapal para nelayan yang ingin mencari ikan.
Tentang Pelabuhan Perikanan Nusantara atau PPN Brondong, Lamongan
Merupakan sebuah lokasi utama sebagai jalur pemasaran ikan di Lamongan, Jawa Timur.
Melansir dari laman Pemkab Lamongan, pelabuhan ini tercatat sebagai yang terbesar di wilayah pantai utara Jawa Timur.
Areanya digunakan sebagai tempat pendaratan ikan. Tentu penting untuk dilakukan pengembangan dan perbaikan agar mampu meningkatkan produktivitas para nelayan.
Tempat ini mampu melakukan bongkar ikan sebanyak 53.000 ton per tahun. Adapun nilai produksinya bisa mencapai angka hingga Rp1 triliun.
Beberapa ikan yang didaratkan umumnya seperti kuniran, kurisi, swanggi, ayam-ayam, kapas-kapas, hingga biji nangka.
Setiap harinya juga terdapat sekitar 900 kapal nelayan yang beraktivitas di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi