

inNalar.com – Perusahaan properti yang menjadi salah satu pionir hotel berbintang 5 di daerah Tanah Abang, Jakarta ini bernama PT Hotel Sahid Jaya International Tbk.
Siapa sangka geliat keran bisnis perusahaan berkode SHID ini justru meraih pendapatan paling besar bukan dari unit usaha legendarisnya, yakni sewa properti kamar hotel.
Hal tersebut terungkap dari laporan keuangan perusahaan per kuartal III tahun 2023 yang memiliki performa kinerja keuangan yang cukup gemilang dalam setahun terakhir.
Pendapatan usaha dari pemilik Hotel Grand Sahid Jaya ini melesat hingga 59,4 persen dari catatan keuangan periode sebelumnya.
Apabila pada kuartal III tahun 2022, perusahaan properti ini berhasil raih total pemasukan hingga Rp53,5 miliar.
Pada tahun selanjutnya, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk berhasil meroketkan pendapatan hingga Rp85,3 miliar.
Jika dikulik secara mendalam segmen usaha apa yang paling moncer di periode terakhir pembukuan tersebut, rupanya bukan berasal dari keran bisnis di bidang sewa kamar hotelnya.
Adapun bisnis paling menguntungkan pemilik usaha hotel paling elit dan legendaris di Jakarta ini ternyata berasal dari unit F & B atau sektor makanan dan minuman.
Meski dua periode berturut-turut sektor ini mendominasi segmen usaha kamar, sewa ruangan atau pun layanan apartemen, tetapi ada lonjakan pendapatan yang cukup mencengangkan.
Pendapatan sektor F&B tercatat melesat hingga 91,4 persen dari yang semula Rp26 miliar nanjak hingga Rp49,8 miliar.
Sementara lini bisnis kamar yang menjadi ikon terbesar usaha PT Hotel Sahid Jaya International Tbk menyumbang pendapatan sebesar Rp28,8 miliar.
Sisa pos pemasukan perusahaan berasal dari sewa dan service apartemen sebesar Rp549 juta dan sektor lainnya Rp6,2 miliar.
Untuk gerak bisnis sepanjang 2024, SHID tetap membidik pengembangan sektor bisnis perhotelan dengan cara memperkuat kualitas fasilitas operasional hotelnya.
Hal tersebut dapat ditangkap ketika pihak manajemen hotel mengungkap besaran Capital Expenditure (capex) atau belanja modal di tahun ini sebesar Rp31,5 miliar.
Fokus serapan capex yang berasal dari dari operasional hotel ini akan melakukan beberapa renovasi pada Ballroom Candi Singosari, hingga repainting Hotel Grand Sahid Jaya dari tampak depan dan samping.
Tentunya sektor F&B akan sangat dispesialkan mengingat sumbangan revenues yang cukup besar, sehingga rencananya akan ada beberapa fasilitas baru.
Mulai dari penambahan outlet makanan dan minuman, terdapat kebun vertika hidroponik, serta fasilitas fitness center pun masuk di dalam perencanaannya.***