

inNalar.com – Enam bulan lagi, Balikpapan akan bisa segera terkoneksi dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Pasalnya sudah ada beberapa ruas jalan tol dari daerahnya menuju IKN yang semakin mantap pengerjaannya, terutama pada ruas akses ke Jembatan Pulau Balang.
Untuk diketahui, Kementerian PUPR tengah menggesa pengerjaan proyek jalan bebas hambatan tahap pertama.
Percepatan kinerja proyek ini dilakukan demi keterhubungan antardaerah terkait agar bisa direalisasikan pada Bulan Juli 2024.
Pada pengerjaan tahap pertama ini, terdapat tiga seksi jalan tol yang tengah dibangun secara bersamaan.
Mulai dari seksi 3A yang menghubungkan ruas Karangjoang – Kariangau sepanjang 13,4 kilometer.
Progres terkini yang dilaporkan oleh Kementerian PUPR teruntuk ruas tersebut diketahui sudah memasuki 48 persen pengerjaannya.
Selanjutnya, ruas tersebut menyambung ke seksi 3B yang melintang di sepanjang Kariangau – Simpang Tempadung.
Adapun bentang jalurnya diketahui mencapai 7,3 kilometer dengan progres garapannya sudah mencapai 57 persen kemantapannya.
Setelahnya menjadi progres jalan tol IKN – Balikpapan yang paling mantap progresnya, yaitu seksi 5A.
Ruas seksi 5A menghubungkan Simpang Tempadung – Jembatan Pulau Balang dengan lintasannya sepanjang 6,7 kilometer.
Terkait progresnya, jalur bebas hambatan ini sudah semakin mulus hingga 67 persen.
Lantas bagaimana dengan progres seksi lainnya? Teruntuk seksi 6A sepanjang Riko – Rencana Outer Ring Road IKN progresnya baru 4,8 persen.
Sementara seksi 6B dengan ruas yang berlanjut menuju Simpang 3 ITCI diketahui per Desember 2023, progresnya sudah 17,5 persen.
Dengan semakin mantapnya fasilitas jalan tol menuju IKN tahap pertama ini, nantinya akses dari Balikpapan tidak perlu melewati Jalan Tol Balsam dan Lintas Sepaku.
Pasalnya, Jalan Tol Balikpapan – Samarinda membutuhkan waktu tempuh hingga 2,15 jam.
Nantinya jika seluruh seksi ruas jalur tol yang tengah diprogres ini selesai seutuhnya, maka waktu tempuh dari daerah tersebut menuju IKN hanya cukup 45 menit saja.
Jarak tempuh yang tadinya melintang 95 kilometer melalui Jalan Tol Balsam, nantinya terpangkas menjadi 57 kilometer.
Apalagi waktu tempuh tersebut akan semakin terasa singkat karena di kanan dan kiri sisi jalannya akan ditanami pepohonan endemik khas Kalimantan.
Melansir dari Kementerian PUPR, pembangunan infrastruktur jalan bebas hambatan tahap pertama ini telah dimulai konstruksinya sejak tahun 2021.
Pembangunan ruas tol ini masuk dalam agenda pembangunan IKN fase 1 meliputi Bendungan Sepaku Semoi, jalan tol tahap 1, dan konstruksi istana negara dan kantor presiden.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi