

inNalar.com – PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WTON beberapa waktu lalu telah mengumumkan laporan keuangannya pada triwulan III 2023.
Jumlah kas dan setara kas PT Wijaya Karya Beton Tbk pada periode terbaru alami penurunan drastis.
Pada September 2023, jumlah kas dan setara kas perusahaan ini hanya sebesar Rp294,8 miliar.
Sementara pada Desember 2022, jumlah kas dan setara kas perusahaan ini bisa mencapai Rp1,5 triliun.
Bisa dibilang WTON kehilangan kas sebesar kurang lebih Rp1,2 triliun dalam setahun.
Jika digabung bersama aset lainnya, secara keseluruhan jumlah aset lancar WTON sejumlah Rp4,8 triliun.
Baca Juga: Molor! Proyek Jembatan di Kediri Ini Sempat Mangkrak Karena Dikorupsi Rp7 Miliar, Namanya…
Kemudian, jumlah aset tidak lancar perusahaan ini sebesar Rp3,2 triliun.
Secara keseluruhan, jumlah aset perusahaan ini mencapai Rp8 triliun.
Angka tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang jumlahnya mencapai Rp9,4 triliun.
Alami penurunan jumlah aset, baru-baru ini PT Wijaya Karya Beton Tbk mencatatkan nilai kontrak baru Rp6,6 triliun hingga bulan Desember 2023.
Proyek besar yang berkontribusi perolehan kontrak didominasi oleh proyek sektor infrastruktur mencapai 65,83 persen.
Kemudian, terdapat sektor industri sebesar 13,06 persen, properti 10,74 persen, sektor kelistrikan 7,42 persen, enegri 2,50 persen, dan sektor tambang sebesar 0,45 persen.
Perolehan tersebut didapat dari pelanggan eksternal sebesar 92,52 persen dan internal sebesar 7,48 persen.
Pada tahun 2024 sendiri, PT Wijaya Karya Beton memproyeksikan nilai kontrak mencapai Rp7,48 triliun.
Angka tersebut meningkat 13 persen dibandingkan pencapaian pada tahun 2023.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi