

inNalar.com – Seorang pejabat Gedung Putih dijadwalkan berada di Khan Yunis untuk melakukan negosiasi.
Negosiasi tersebut bertujuan untuk menjamin pembebasan lebih banyak sandera.
Selain itu, media AS melaporkan proposal baru Israel untuk mencapai kesepakatan yang akan melibatkan jeda dua bulan dalam pertempuran.
Baca Juga: Terkendala Sepinya Investor, Pelabuhan Senilai Rp5 Triliun di Ambon Ini Batal Dibangun?
Badan-badan PBB dan kelompok bantuan telah memberikan peringatan mengenai ancaman penyakit dan kelaparan di Gaza.
Diketahui bahwa sekitar 1,7 juta orang diperkirakan terpaksa mengungsi dari kediaman mereka.
Pada Senin malam Israel telah mengusulkan kepada Hamas, melalui mediator Qatar dan Mesir, sebuah kesepakatan baru untuk membebaskan semua sandera.
Salah seorang pejabat Israel mengatakan kesepakatan yang diusulkan akan dilaksanakan dalam beberapa tahap.
Selain itu, kesepakatan tersebut akan melibatkan pembebasan tahanan Palestina dalam jumlah yang belum ditentukan.
Rencana tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua bulan untuk diselesaikan.
Meskipun begitu, Proposal tersebut tidak mencakup janji untuk mengakhiri perang, namun akan melibatkan pasukan Israel untuk mengurangi kehadiran mereka di kota-kota besar di Gaza.
Namun, bersamaan dengan upaya pembebasan sandera, militer Israel malah menggempur rumah sakit di Khan Yunis di jalur Gaza Selatan.
Dilansir inNalar.com dari dawn.com, pasukan Israel menyerbu satu rumah sakit dan mengepung rumah sakit lainnya, sehingga korban luka tidak bisa mendapatkan perawatan.
Sementara itu pada Minggu, 21 Januari dikonfirmasi 120 orang tewas akibat serangan Israel di Khan Yunis.
Fase terbaru dari tindakan Israel telah membawa pertumpahan darah hingga ke sudut-sudut terakhir wilayah kantong di selatan.
Hingga hari Senin, 22 Januari 2024 terdapat 25.295 warga Gaza telah terbunuh sejak 7 Oktober. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi