

inNalar.com – BP Indonesia tengah berupaya meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus menurunkan emisi karbon dioksida.
Usai Pabrik LNG tangguh train 3 diresmikan, groundbreaking Proyek UCC pun dilaksanakan di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Proyek UCC atau Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) adalah sederetan infrastruktur yang dibangun untuk menangkap karbon dioksida (CO2).
Jadi di samping pemerintah meningkatkan kapasitas produksi gas alam cair melalui Kilang Tangguh Train 3, ketercapaian net zero emission 2060 pun juga diupayakan.
Tentu biaya investasi yang bakal digelontorkan untuk proyek ini pun tidak sedikit, yaitu sebesar USD 2,6 miliar.
Dengan dana jumbo tersebut, nantinya akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Fasiltas yang berlokasi di lepas pantai mau pun darat ini fungsinya adalah untuk menghilangkan, memproses, hingga menekan karbon dioksida.
Setidaknya akan ada tiga sumur injeksi, satu unit platform injeksi lepas pantai, dan satu jaringan perpipaan untuk membawa CO2 menuju fasilitas kompresinya.
Setelah melalui masa Front-End Engineering Design (FEED), dilanjutkan dengan Final Investment Decision (FID), akhirnya Proyek UCC masuk tahap groundbreaking di 2024.
Jika proses pembangunan tidak ada rintangan berarti, maka operasionalnya diharapkan mampu tuntas pada tahun 2026 atau 2027 mendatang.
Targetnya pada tahun 2035, total emisi karbon yang bakal ditekan bisa mencapai 25 juta ton C02 equivalent.
Atas dasar inilah kemudian Papua Barat digadang bakal memiliki Pabrik LNG dengan intensitas emisi karbonnya terendah di dunia.
Baca Juga: Dapat Reward Dana Rp10 Miliar dari Pemprov Sumbar, Pemkab Tanah Datar Bersiap Perbaiki Jalan Rusak
Sebagai gambarannya, Tangguh CCUS ini nantinya akan memisahkan karbon dioksida dari gas yang dihasilkan.
Setelah itu, gas yang telah dipisah dari CO2 akan disuntik kembali ke Lapangan Gas Vorwata untuk menangkap dan memulihkan gas tersebut.
Perlu diketahui, Proyek UCC ini mencakup dua hal yaitu upaya penangkapan emisi karbon sekaligus pengembangan Lapangan Gas Ubadari.
Dalam proses pengerjaannya, BP Indonesia juga bersama dengan sejumlah perusahaan joint venture meliputi CNOOC, JX Nippon, KG Mitsui, Mitsubishi, Inpex, dan LNG Japan.***