

inNalar.com – Mamuju Tengah merupakan salah satu Kabupaten termuda di Sulawesi Barat.
Menjadi daerah otonomi baru, maka penting dilakukannya kelengkapan infrastruktur dan salah satunya adalah bendungan.
Proyek bendungan di Mamuju Tengah ini dikenal dengan nama Bendungan Budong Budong.
Proyek in berlokasi di Desa salulebo, Kecamatan Topoyo, Provinsi Sulawesi Barat.
Pembangunan infrastruktur ini dimulai pada tahun 2020 dan ditargetkan rampung pada Desember 2024 mendatang.
Namun, sebenarnya perencanaan pembangunan bendungan ini telah dilakukan sejak tahun 2014.
Pada tahun 2014, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu melaksanakan Penyusunan Rancangan Rencana Pengelolaan SDA WS Kalukku-Karama Tahap II.
Kegiatan tersebut selesai dengan hasil bahwa terdapat potensi bendungan di Sungai Budong-budong.
Kemudian, prosesnya dilanjutkan dengan Feasibility Study Bendungan DAS Budong-Budong di tahun 2016.
Kegiatan itu membuahkan hasil potensi pengembangan daerah irigasi yang tersebar di 5 kecamatan seluas 11.400 Ha.
Dilansir inNalar.com dari SDA PUPR, pada tahun 2018 Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu melanjutkan tahap Model Test dan Studi Geologi Lanjutan.
Pada akhirnya, dimulailah konstruksi pada tahun 2020 dan waduk ini diproyeksikan memilik banyak fungsi.
Fungsi dari bendungan ini meliputi pemenuhan kebutuhan air baku di Mamuju Tengah, pasokan listrik, pengendali banjir, serta untuk konservasi.
Tak heran bila, dana yang dibutuhkan untuk bendungan ini mencapai Rp1,24 triliun.
Meskipun demikian, hingga Januari 2024 progres bendungan Budong-Budong masih mencapai 30 persen.
Baca Juga: Dihuni 855 Kepala Keluarga, Pulau Eksotis di Sulawesi Barat Ini Simpan Sumur Tiga Rasa, Kok Bisa?
Proyek ini diharapkan bisa selesai tepat waktu agar bisa cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
Mengingat, bendungan ini diproyeksikan mampu mengairi hingga 3.700 hektare lahan pertanian.
Tentunya hal tersebut bisa meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan mendukung program ketahanan pangan. ***