Usai Cuan Merekah Rp11,45 Triliun, PT Adhi Karya Lanjut Kongsi Bareng Emiten Asing Buat Garap Proyek Bernilai Jumbo di Maluku Utara, Apa Itu?

inNalar.com – Perusahaan konstruksi BUMN, PT Adhi Karya (Persero) Tbk berhasil meningkatkan kinerja keuangan per kuartal III tahun 2023.

Tidak lama setelahnya, emiten plat merah ini raih deal kontrak baru di Maluku Utara guna dukung program gasifikasi pembangkit listrik negeri.

Dalam pengerjaan proyeknya, perusahaan ini berjalan beriringan dengan salah satu perusahaan desain listrik asal Korea Selatan.

Baca Juga: Media Vietnam ‘Panas Dalam’ Sebut Lolosnya Timnas Indonesia ke Babak 16 Besar Piala Asia 2023 Dibantu Dewi Fortuna

Emiten tersebut adalah Korea Electric Power Corporation Engineering & Construction Company, Inc (KEPCO).

Porsi kerja sama dari pembentukan konsorsium ini, emiten BUMN Karya ini menggenggam porsi 52,8 persen.

Sementara porsi perusahaan kelistrikan asal Korea Selatan KEPCO bakal mengisi 47,2 persennnya.

Baca Juga: Media Vietnam Soroti Momen Emosional Timnas Indonesia Usai Dipastikan Melaju ke 16 Besar Piala Asia 2023

Lantas, proyek seperti apa yang bakal digarap oleh konsorsium perusahaan dari dua negara tersebut?

Proyek yang akan digarap oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan KEPCO ini merupakan lanjutan dari program gasifikasi pembangkit listrik.

Adapun yang bakal fokus dibangun oleh kedua perusahaan tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tobelo di Maluku Utara.

Baca Juga: Prediksi Las Palmas vs Real Madrid di Liga Spanyol 2023-2024: Los Blancos Dibayang-bayangi Rekor Apik Lawan

Menurut keterbukaan informasi yang diungkap manajemen emiten plat merah ini, pembangunannya akan dimulai sejak akhir tahun 2023.

Proyek PLTMG Tobelo terdiri dari dua paket pengerjaan yang total kapasitas listrik nantinya berdaya 30 Mega Watt (MW).

Pembangkit listrik Tobelo yang akan terpasang masing-masing berkapasitas 10 MW dan 20 MW.

Baca Juga: Dukung Gasifikasi Pembangkit Listrik, PT Adhi Karya Gaet Korsel Garap Proyek PLTMG Sumbawa di NTB Senilai Rp701,1 Miliar, Kapasitasnya…

Adapun kontrak PLTMG di Maluku Utara ini masuk ke dalam paket investasi PT Adhi Karya Tbk sebesar Rp701,1 miliar.

PT PLN (Persero) Tbk pun turut andil dalam rangka melancarkan pelaksanaan proyek ini.

Mulai dari pemilihan lokasi, kajian kelayakan atau Feasibility Study (FS), hingga Engineering Design.

Baca Juga: Tekan Emisi GRK 1,05 juta ton CO2e, Perkembangan Program ‘Cofiring EBTKE’ di Indonesia Naik Drastis, Siap Transisi ke Energi Hijau?

Selain itu, turut andil pula kepengurusan Bidding Document, penyusunan Harga Perkiraan Engineering (HPE), hingga pendampingan pengadaan proyeknya.

Proyek ini diharapkan mampu mengurangi impor minyak, sehingga salah satu sektor dalam penggunaan listrik pemerintah mulai melakukan transisi energi dengan gas.

Selain PLTMG Tobelo di Maluku Utara, proyek pembangunan juga meliputi pembangkit listrik di Ambon, Sumbawa, dan Manokwari.

Baca Juga: Disebut Tutupi Mangkraknya Proyek Kebun Singkong, Food Estate Rp54 Miliar di Gunung Mas Kalimantan Tengah Hasilkan 6,5 Ton Jagung Per Ha

Adapun PT Adhi Karya Tbk meraih kontrak pembangunan dua proyek pembangunan PLTMG Tobelo dan Sumbawa.

Sebagai informasi tambahan, meski catatan utang yang mengikat perusahaan ini mencapai Rp30,43 triliun.

Namun perusahaan konstruksi BUMN Karya ini berhasil tumbuhkan pendapatan per kuartal III tahun 2023 sebesar 25 persen.

Baca Juga: Perencanaannya Sejak 2014, Bendungan Senilai Rp1,24 Triliun di Mamuju Tengah Ini Progresnya Baru 30 Persen

Apabila tahun sebelumnya cuan yang dihasilkan dari lini bisnisnya hanya mencapai Rp9,1 triliun, maka di tahun terakhir pembukuan meningkat.

Berkat deretan proyek pemerintah, pendapatan terkini PT Adhi Karya Tbk pun berhasil terkerek naik menjadi Rp11,45 triliun. ***

Rekomendasi