

inNalar.com – DJKA Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Surabaya saat ini terus mengupayakan agar pembangunan Flyover di Jawa Timur dapat selesai sesuai target.
Diketahui, proyek Flyover tersebut adalah Flyover Krian dan Kedinding yang lokasinya berada di Sidoarjo, Jawa Timur.
Berdasarkan informasi dikutip dari Antara, per 14 Januari 2024, dilaporkan bahwa proges pembangunan Flyover Krian telah mencapai angka 96,4 persen.
Sedangkan, proges pembangunan Flyover Kedinding (pengganti JPL 79), sudah mencapai angka 93,5 persen.
Proyek yang ditargetkan rampung tahun 2024 tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan Pemkab Sidoarjo, serta Pemprov Jawa Timur.
Tujuan dari pembangunan flyover yang terletak di Sidoarjo tersebut adalah untuk mengurangi kemacetan di perlintasan sebidang ruas jalan Krian dan Tarik.
Adapun anggaran pembangunan jalan layang tersebut diketahui berasal dari APBN yang melalui Drijen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI.
Untuk proyek Flyover JPL 64 Krian sendiri diketahui anggarannya sebesar Rp167 miliar.
Sedangkan untuk Flyover JPL 79 Kedinding Tarik, anggarannya senilai Rp60 miliar.
Seperti yang dikutip dari laman web ANTARA, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Risal Wasal mengungkapkan bahwa kedua flyover senilai miliaran rupiah tersebut dibangun untuk menghilangkan perlintasan sebidang pada Jalur Ganda Mojokerto-Sepanjang.
Jalur Ganda Mojokerto-Sepanjang sendiri diketahui telah rampung konstruksi dan telah dioperasikan sejak tanggal 1 Desember 2023.
Terkait pembangunan Jalur Ganda Mojokerto-Sepanjang ini pula merupakan bagian dari pembangunan Jalur Ganda Selatan Jawa.
Selain pembangunan perlintasan tidak sebidang, pekerjaan proyek jalur ganda juga mencakup beberapa proyek.
Diantaranya adalah, peningkatan jalur dan bantalan rel(semula R42 menjadi R54), peningkatan fasilitas operasi, serta revitalisasi bangunan stasiun, serta jembatan maupun bangunan penunjang lainnya.
Diketahui, pembangunan Jalur Ganda Selatan Jawa merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan keselamatan, kecepatan, dan kendala layanan kereta api lainnya.***