

inNalar.com – Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan, dengan begitu tentunya jembatan merupakan infrastruktur yang sangat penting.
Seperti halnya di Sulawesi Tenggara, karena Kota Kendari merupakan sebuah daerah yang dikelilingi oleh Teluk Kendari.
Sebab itulah daerah tersebut pastinya memerulukan infrastruktur jalur penghubung agar dapat terhubung dengan Kota Lama dengan sisi Pulau Bungkutoko.
Perlu diketahui, dengan adanya infrastruktur jalur penghubung tersebut, pastinya perputaran perekonomian masyarakat sekitar akan semakin meningkat.
Pasalnya sebelum adanya infrastruktur jalur penghubung tersebut, masyarakat sekitar harus menggunakan kapal agar dapat melintas di Teluk Kendari.
Selain harus menggunakan kapal, waktu tempuh yang diperlukan juga cukup lama, karena membutuhkan sekitar 30-35 menit.
Sedangkan saat adanya jalur penghubung ini, maka masyarakat sekitar hanya membutuhkan waktu sekitar 3-5 menit.
Dikerjakan sejak tahun 2015, pembangunan jalur penghubung ini dilakukan melalui kontrak pengerjaan tahun jamak selama 5 tahun.
Setelah dikerjakan selama 5 tahun, akhirnya pada bulan Oktober 2020 pengerjaannya telah selesai dan diresmikan oleh presiden Joko Widodo.
Sekedar informasi, jalur penghubung ini sebenarnya juga merupakan salah satu dari jembatan terpanjang di Indonesia.
Bagaimana tidak, jalur penghubung yang melintas di Teluk Kendari ini saja panjangnya mencapai 1.348 meter atau 1,348 km.
Bahkan pemerintah sampai menggunakan dana yang cukup banyak dari APBN.
Dilansir InNalar.com dari Bappeda Pemprov Kaltim, anggaran yang dihabiskan untuk membangun jalur penghubung di provinsi Sulawesi Tenggara dari dana APBN yaitu sebanyak Rp800 miliar.
Sementara itu kontraktor yang mengerjakan jalur penghubung ini yaitu konsorsium PT PP (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya (Persero).
Usai diresmikan pada Oktober 2020, terdapat pula masa pemeliharaan selama 3 tahun.
Adapun nama dari jalur penghubung yang berada di Kota Kendari ini adalah jembatan Teluk Kendari. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi