3 Jam dari Manado, Pulau Eksotis di Sulawesi Utara Ini Mampu Hasilkan 1,66 Juta Ton Pala Sitaro per Tahun

inNalar.com – Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi di Pulau Sulawesi yang banyak terdapat pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Salah satu pulau kecil di Sulawesi Utara yang menarik disorot adalah Pulau Siau.

Secara administratif, pulau ini terletak di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara.

Baca Juga: Pendapatan Anjlok 26,6 Persen, Produksi Batu Bara Indika Energy (INDY) di Tambang Paser Kalimantan Timur Menciut 3,7 Juta Ton, Ternyata Karena…

Jarak pulau ini dari Manado memakan waktu sekitar 3 jam. 

Pulau eksotis ini cukup populer karena memiliki gunung berapi yang masih aktif.

Gunung tersebut dikenal oleh masyarakat dengan nama Gunung Karangetang.

Baca Juga: Nilai Investasinya Rp36 Triliun, Bandara Baru di Jawa Barat Ini Bakal Miliki Kapasitas 100 Juta Penumpang per Tahun, Kapan Dibangun?

Diketahui bahwa Gunung Karangetang dikenal juga dengan sebutan Api Siau.

Gunung Karangetang adalah salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia dengan letusan sebanyak lebih dari 40 kali sejak 1675.

Dilansir inNalar.com dari Antara, terakhir kali gunung ini menunjukkan aktivitas pada November 2023.

Baca Juga: Daya Tampungnya 77 Juta M3, Bendungan Senilai Rp1,6 Triliun di Takalar Sulsel Ini Diproyeksikan Dapat Meningkatkan Indeks Pertanian

Pada saat itu, status gunung ini mencapai status siaga yang kemudian berangsur turun menjadi waspada.

Selain terkenal akan gunung aktifnya, pulau Siau juga dikenal dengan keragaman hayati di dalam air yang patut diperhitungkan.

Ekspor perikanan laut di Pulau Siau mencapai 6000 ton per tahun.

Baca Juga: Prediksi Fiorentina vs Inter Milan di Liga Italia 2023-2024: Ajang Adu Gengsi 2 Tim Papan Atas Serie A

Namun, pemanfaatan sumber perikanan ini masih tergolong usaha kecil dan tradisional.

Tak hanya itu, potensi perkebunan di pulau ini juga sangat menjanjikan mengingat tanah di pulau ini sangat subur.

Hal tersebut dikarenakan dari adanya debu vulkanik dari Gunung Karangetang.

Baca Juga: Investasinya Rp33 Triliun, Proyek Hilirisasi Batu Bara Coal to Methanol di Kalimantan Timur Ini Menggantung Usai Ditinggal Mitra AS, Endingnya…

Keberadaan abu vulkanik tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk tanaman pala.

Pada tahun 2007, produksi pala Sitaro mencapai 1,66 juta ton dari lahan tanaman pala sebesar 3.000 hektar.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]