Menghabiskan Biaya Rp1,6 Triliun, Flyover di Surabaya Ini Disebut ‘Prematur’, Apa Masalahnya?

inNalar.com – Surabaya merupakan kota yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Timur.

Maka dari itu, tak heran bila infrastruktur di Surabaya sangat lengkap dan layak.

Salah satu infrastruktur yang ada di Surabaya ini berupa Flyover yang dikenal dengan nama Teluk Lamong.

Baca Juga: Bakal Telan Rp124,59 Miliar! Fasilitas Stadion Maguwoharjo di Sleman Yogyakarta Alami Renovasi, Siap Disulap Megah Berstandar FIFA

Perlu diketahui jika sebenarnya Flyover Teluk Lamong merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional alias PSN.

Dilansir inNalar.com dari laman KPPIP, pembangunan infrastruktur ini terintegrasi dengan Jalan tol Surabaya-Gresik, jalan akses Gelora Bung Tomo Stadiun, dan Jalan Lingkar Luar Barat.

Pembangunannya dimulai pada tahun 2019 dan selesai tepat waktu pada tahun 2021 lalu.

Baca Juga: Rogoh Kocek Rp44,33 Miliar, PT Tunas Alfin Tbk Sewa Panel Surya Fotovoltaik, Biaya Listrik Makin Efisien?

Pembangunan flyover senilai Rp1,6 triliun ini dipercayakan kepada salah satu kontraktor terkemuka yakni PT Wijaya Karya atau WIKA.

Dalam proses pembangunannya, untuk bentang tengahnya menggunakan material dari prancis.

Hal tersebut dikarenakan material tersebut sudah pabrikasi lengkap dari pabrik.

Baca Juga: Pendapatan Harita Nickel Tembus Rp17,29 Triliun, Smelter Nikel HPAL Kedua di Obi Maluku Utara Bakal Masifkan Produksi 2024 hingga 120.000 Ton

Flyover Teluk Lamong ini membentang sepanjang 2,45 km dan digadang-gadag akan mempermudah akses percepatan pengiriman barang.

Selain akan mempermudah pergerakan arus barang, flyover ini juga difungsikan sebagai pengurai kemacetan di jalan raya sekitar.

Telah rampung sejak dua tahun yang lalu, flyover Teluk Lamong ini masih belum bisa beroperasi.

Baca Juga: Digugat 7.448 M2, Tanah Bandara di Gorontalo Ini Kena Sengketa Setelah 8 Tahun Diresmikan

Bahkan, megaproyek di Surabaya ini disebut seperti kelahiran prematur.

Disebut seperti kelahiran prematur karena keberadaan proyek ini masih belum support dengan lembaga terkait.

Pada akhirnya flyover tersebut masin belum beroperasi karena belum terkoneksi dengan akses tol yang lain. ***

 

Rekomendasi