

inNalar.com – Proyek embung di Kalimantan Selatan (Kalsel) ini tidak akhirnya harus berakhir perpanjangan masa kerja imbas molor dari target.
Awalnya pembangunan Embung Gunung Kupang di Banjarbaru ini ditarget selesai pada Desember 2023.
Dengan harapan kolam penadah air hujan ini dapat segera difungsikan sebagai penangkal banjir yang sering melanda Kecamatan Cempaka.
Baca Juga: Menghabiskan Biaya Rp1,6 Triliun, Flyover di Surabaya Ini Disebut ‘Prematur’, Apa Masalahnya?
Apa daya progres pengerjaan tidak semulus yang diharapkan hingga akhirnya kontraktor harus memperpanjang proyek selama 50 hari.
Perpanjangan proyek ini tidak sesederhana itu, karena pihak kontraktor perlu membayarkan denda penalti sebesar Rp800 ribu per hari.
Walikota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin sempat berpesan untuk menambah alat dan angkutan pasir agar pengerjaan dapat rampung lebih cepat.
Alasannya logis, yaitu agar progres pengerjaan dapat maksimal sebelum musim hujan tiba.
“Agar sebelum musim hujan bisa di angka maksimal persentase untuk pengerjaan embung ini,” kata Walikota H M Aditya Mufti Ariffin dikutip dari Media Center Pemkot Banjarbaru.
Namun rintangan lanjutan pun berlanjut saat aktivitas truk yang bolak – balik melintasi jalan pemukiman membuat warga resah.
Pasalnya diduga wara-wiri angkutan pengangkut tanah tersebut menjadi penyebab utama akses jalan menjadi rusak.
Sehingga ketika keluhan tersebut disampaikan dengan harapan jalan diperbaiki pihak pembangun embung, akses jalan pun diblokir warga.
Akhirnya tidak berselang sehari jalan kembali dibuka warga usai pihak kontraktor penggarap Embung Gunung Kupang menggarap perbaikan jalan tersebut.
Selain itu, beberapa rumah warga pun mengalami keretakan imbas pembangunan embung penangkal banjir Cempaka ini.
Sehingga baik pihak dari masyarakat dan kontraktor proyek membuat kesepakatan tertulis agar ada perbaikan bangunan.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Eka Yuliesda Akbari mengungkap bahwa galian tanah embung ini pembangunannya cukup tinggi.
Jadi di masa perpanjangan proyek selama 50 hari ini, pihak kontraktor bakal dimaksimalkan untuk membangun pintu air dan melebarkan galian tanahnya.
Dengan begitu, harapannya akhir Januari dapat selesai dengan selambat-lambatnya dipatok selesai Februari 2024.
Diharapkan Embung Gunung Kupang ini mampu selesai sesuai target sehingga dampak banjir yang sering melanda wilayah Cempaka dapat teratasi.
Selain itu, air tampungannya diharapkan dapat menjadi persediaan pasokan di saat musim kemarau tiba.***