Unik! Monumen di Surabaya Ini Terbuat dari Kapal Selam Buatan Uni Soviet, Pernah Terlibat Pertempuran Laut Aru?

inNalar.com – Berbicara mengenai sejarah di Surabaya memang tidak ada habisnya.

Banyak peninggalan-peninggalan zaman penjajahan Belanda yang masih terawat dengan baik di Surabaya.

Salah satu peninggalan sejarah di Surabaya terlihat pada monumen yang cukup unik.

Baca Juga: Telah Rampung 2021, Flyover Senilai Rp1,6 Triliun di Surabaya Ini Materialnya Didatangkan dari Prancis, Tapi…

Pasalnya, monumen di Surabaya ini terbuat dari kapal selam raksasa.

Lokasinya berada di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya, Jawa Timur.

Tepatnya terletak di pusat kota yaitu di Jalan Pemuda, tepat di sebelah Plaza Surabaya, dan terdapat pintu akses untuk mengakses mal dari dalam monumen.

Baca Juga: Menelan Anggaran Rp2,9 Triliun, Terminal Baru Pelabuhan di Mempawah Ini Sempat Terkendala Pembebasan Lahan

Monumen ini dikenal dengan nama Monkasel atau Monumen Kapal Selam.

Uniknya, tempat bersejarah ini merupakan kapal selam KRI Pasopati 410.

Kapal ini merupakan salah satu armada angkatan laut RI yang dibuat oleh Unisoviet pada tahun 1952.

Baca Juga: Molor! Proyek Embung Senilai Rp3,69 Miliar di Banjarbaru Kalsel Ini Sempat Bikin Resah Warga Hingga Kena Denda Perpanjang Proyek, Selesai Kapan?

Selain itu, transportasi air ini pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru.

Sebagai informasi, pertempurat laut aru merupakan momen membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda.

Dilansir inNalar.com dari museum.kemdikbud, pembangunan monumen ini ditandai dengan peletakan batu pertama tanggal 1 Juli 1995 oleh Gubernur Jawa Timur, Basofi Sudirman.

Baca Juga: Menghabiskan Biaya Rp1,6 Triliun, Flyover di Surabaya Ini Disebut ‘Prematur’, Apa Masalahnya?

Proses pembangunannya pun unik, transportasi air ini dipotong menjadi 16 blok.

Kemudian, potongan tersebut dibawa ke lokasi untuk dirakit ulang hingga menjadi wujud utuh KRI Pasopati.

Hingga kini, Monkasel masih menjadi tempat pilihan turis untuk berwisata dan menambah ilmu pengetahuan tentang sejarah dan perkapalan.

Baca Juga: Digugat 7.448 M2, Tanah Bandara di Gorontalo Ini Kena Sengketa Setelah 8 Tahun Diresmikan

Di monumen ini juga diadakan pemutaran film tentang proses peperangan yang terjadi di Laut Aru.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]