

inNalar.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menolak keputusan Mahkamah Internasional pada Sabtu, 27 Januari 2024.
Netanyahu menolak untuk membatasi kematian dan kehancuran dalam serangan militer di Gaza.
Bahkan, Netanyahu menyatakan bahwa mereka memutuskan dan bertindak sesuai dengan apa yang diperlukan untuk keamanan mereka.
Ia juga bersumpah untuk terus maju sampai mencapai kemenangan penuh atas Hamas.
Kini, militer Israel berada di bawah pengawasan yang semakin ketat karena pengadilan tinggi PBB telah meminta Israel untuk memberi laporan kepatuhan dalam sebulan.
Sementara itu, Israel hampir menandatangani perjanjian baru dengan Hamas yang mencakup pembebasan sandera Israel yang di tahan di Gaza.
Dilansir inNalar.com dari jpost.com, kesepakatan tersebut hadir dengan imbalan gencatan senjatan selama empat bulan.
Rencananya, kesepakatan baru antara Israel dengan Hamas itu akan mencakup sejumlah fase.
Pertama, pertempuran akan berhenti selama enam minggu dan anak-anak, perempuan, dan orang tua Israel yang membutuhkan perawatan medis mendesak akan dibebaskan dari penawanan di Gaza.
Kedua, Hamas akan membebaskan tentara wanita dan tentara pria Israel diikuti dengan pembebasan jenazah sandera.
Selama jeda pertempuran, Hamas akan menerima jaminan internasional.
Meskipun demikian, seorang pejabat Mesir mengungkapkan bahwa kedua belah pihak belum menyetujui kesepakatan tersebut.
Sebagai informasi, pertempuran antara Israel dengan Hamas telah menewaskan lebih dari 26.000 warga Palestina.
Selain itu, pertempuran tersebut juga membuat hampir 85 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi.
Hingga kemarin 27 Januari 2024, setidaknya 174 warga Palestina terbunuh oleh serangan Israel.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi