Respon Cuek Timothy Ronald Usai Ramai Disorot Publik, Sebut Hanya Bagian dari Persona Media


inNalar.com –
 Sorotan publik terhadap Timothy Ronald belum reda. Usai ucapannya soal gym memicu protes pegiat kebugaran anak fitness, hingga warganet dari berbagai kalangan.

Alih-alih memberikan klarifikasi panjang atau meminta maaf, Timothy justru tampil santai. Ia menganggap komentar tersebut hanyalah bagian dari citra yang ia bangun di media.

“Enggak masalah, karena itu kan media dan persona brand yang dibangun. Kalau kita bermain media sosial, pasti banyak opini,” ucap Timothy, Senin (11/8/2025).

Baca Juga: Hasil Tinju El Rumi vs Jefri Nichol 2025, TKO 38 Detik hingga Berujung Dislokasi Bahu

Bagi sebagian orang, jawaban itu terdengar seperti pembenaran. Namun, ada juga yang menilai Timothy memanfaatkan momen viral untuk memperkuat citra kontroversialnya.

Dalam tanggapan lainnya, ia menambahkan, “Nggak diambil hati, merasa aktor tuh di-judge berdasarkan film yang dia main,” seolah menegaskan bahwa komentar publik tak akan mengubah caranya bersikap.

Terlepas sorotan itu, Timothy masih aktif mengelola bisnisnya, termasuk Akademi Crypto platform edukasi yang ia dirikan untuk mengajarkan investasi aset digital.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Tarik Pajak Penghasilan Pekerja Seks Komersial atau PSK

Di luar aktivitas bisnis, ia juga sering membagikan pandangannya soal keuangan, gaya hidup, dan tren digital kepada pengikutnya.

Aktivitas inilah yang membuatnya melihat perhatian publik, baik pujian maupun kritik, bisa menjadi pintu untuk memperluas jangkauan brand yang dibangunnya.

Fenomena ini kembali memunculan diskusi soal batas kebebasan berbicara di media sosial. Apalagi, figur publik seperti Timothy punya pengaruh besar dalam membentuk opini warganet.

Baca Juga: Kado Spesial dari Prabowo, Guru Honorer di Seluruh Indonesia Bakal Terima Bonus Insentif Jelang HUT ke-80 RI, Cek Besarannya!

Dengan respon cuek pun ia tetap aktif di media sosial, Timothy terlihat memanfaatkan momentum viral sebagai bahan bakar untuk engagement.

Strategi ini memang bisa menaikkan popularitas, tetapi risikonya adalah hilangnya kepercayaan dari sebagian audiens.

Hingga sekarang, perbincangan tentang Timothy dan komentarnya soal gym belum mereda, bahkan banyak menimbulkan spekulasi dari berbagai sorotan public.

Di satu sisi, ia berhasil menjaga atensi public, di sisi lain, kontroversinya memicu debat soal batas kebebasan berbicara dan tanggung jawab figur publik di ruang digital.***(Ahmad Nuryogi Ardiansyah)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]