Estimasi Nilai Cadangan US$ 4,1 Miliar, Tambang Emas PT Nusa Halmahera Minerals di Maluku Utara Ternyata Pancarkan Sumber Panas Geothermal

inNalar.com – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) atau yang kerap disebut Tambang Emas Gosowong ini ternyata punya karakteristik bidang konsesi yang unik.

Siapa sangka, di salah satu sudut bawah tanah Maluku Utara yang disebutnya sebagai Tambang Toguraci ini ternyata memiliki pancaran sumber air panas geothermal.

Suhu panas yang dihasilkan dari tambang bawah tanah Toguraci ini mencapai 80 derajat celcius.

Baca Juga: Kapasitas Smelternya 160 Ribu Ton NPI per Tahun, Pertambangan di Halmahera Timur Ini Diduga Cemari Pesisir Pantai

Keberadaan sumber panas tersebut tentu menjadi tantangan bagi NHM untuk mengelola kegiatan produksinya.

Tambang yang berada di area bawah tanah ini mendapatkan penanganan khusus dari pihak perusahaan.

Agar memastikan 290 pekerja tambang tetap aman, PT Nusa Halmahera Minerals mengatur strategi khusus dalam proses penambangannya.

Baca Juga: Kampus UMKM Shopee Sukses Jadi Program Pelatihan yang Paling Banyak Diketahui Para UMKM Versi Hasil Riset INDEF

Pihak perusahaan menggunakan metode active dewatering system untuk mengatasi medan tantangan tersebut.

Untuk mengendalikan pancaran air panas tersebut, perusahaan melakukan pengeboran 20 lubang bor sehingga tingkat airnya tetap terkendali.

Dengan begitu, NHM dapat memastikan keamanan dan kenyamanan para pekerja yang beraktivitas di tambang emas bawah tanah Toguraci itu.

Baca Juga: PT Wilton Makmur Indonesia Tbk Proyeksikan Produksi Emas 500 Ton per Hari, Eks Direktur Borong Saham Rp31,32 Miliar

Tambang Toguraci ini juga dilengkapi dengan fasilitas chiller yang fungsinya untuk menekan suhu udara di area produksi yang tinggi sebab adanya sumber panas itu.

Sekadar informasi, tambang bahwa tanah ini diketahui telah beroperasi selama 12 tahun, yakni sejak Mei 2011.

Metode penambangan yang digunakan untuk karakteristik site unik ini ialah dengan metode Underhand Cut and Fill, serta Long-hole Stoping.

Baca Juga: Targetkan Produksi Emas 500 Ton per Hari, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk Catatkan Kerugian Besar

Rata-rata pergerakan material yang dilakukan di tambang emas terunik di Maluku Utara ini sekitar 1.500 ton per hari.

Selain tambang bawah tanah ini, ada pula area konsesi Kencana yang telah beroperasi sejak Juni 2005.

Adapun untuk tambang bawah tanah kencana, pergerakan material hariannya rata-rata mencakup 1.600 ton per hari.

Baca Juga: Terbesar Kedua di Indonesia, Bandara Senilai Rp2,6 Triliun di Jawa Barat Bakal Dijual ke Arab Saudi, Benarkah?

Dengan mengandalkan tambang bawah tanahnya, PT Nusa Halmahera Minerals terus berupaya meningkatkan jumlah cadangan emasnya.

Diperkirakan total sumber daya emas di area konsesi Maluku Utara mencapai 2,3 juta ons troi dan cadangannya mencakup 1,4 juta ons troi.

Sementara diperkirakan nilai dari cadangan emas milik perusahaan yang tersimpan lebih dari US$ 4,1 Miliar.

Baca Juga: Reklamasi 2023 Capai 507 Ha, PT Freeport Indonesia Hijaukan Kawasan Tambang Terbuka di Mimika dengan Rumput Endemik Grasberg, Apa Namanya?

Sebagai informasi tambahan, Saham PT Nusa Halmahera Minerals dimiliki sebagiannya oleh PT Aneka Tambang Tbk, yakni sebesar 25 persen.

Lalu sisanya kepemilikan perusahaan didominasi oleh PT Indotan Halmahera Bangkit sebesar 75 persen.

Kehadiran PT Indotan Halmahera Bangkit seolah membawa harapan baru setelah perusahaan Australia melepas kepemilikannya di NHM.

Dengan demikian, kini pengelolaan Tambang Emas Gosowong dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan nasional.***

Rekomendasi