

inNalar.com – Sabang merupakan daerah paling ujung di Indonesia yang terletak di Provinsi Aceh.
Meskipun letaknya di ujung, tetapi infrastruktur di Sabang bisa dibilang cukup lengkap.
Salah satu infrastruktur di Sabang ini berupa bendungan yang dikenal dengan nama Paya Seunara.
Lokasi bendungan Paya Seunara berada di Paya Seunara, Sukakarya, Kota Sabang, Aceh.
Pembangunannya dimulai pada tahun 2001 dan diresmikan pada tahun 2016 silam.
Bangunan pengelaknya bertipe urugan tanah homogen dengan lap. geomembrane serta blanket dan cut off wall di lereng hulu bendungan.
Dilansir inNalar.com dari laman PUPR, pembangunannya dilakukan oleh kontraktor PT Inaco Harapan-PT Inaco Putra Perkasa.
Keberadaannya membawa berbagai manfaat, meskipun warga sekitar harus menunggu sekitar 15 tahun hingga waduk ini diresmikan.
Dengan adanya bendungan ini, diharapkan bisa meningkatkan penyediaan air baku untuk kegiatan rumah tangga dan perkotaan.
Selain itu, juga bisa dikembangkan sebagai objek wisata air dan perikanan darat.
Pembiayaan bendungan ini bersumber dari alokasi APBN sebesar Rp56,8 miliar.
Meskipun begitu, baru-baru ini masyarakat yang tinggal di sekitar bendungan Paya Seunara mengeluhkan waduk tersebut kian dangkal.
Tentunya hal tersebut berdampak kepada pemukiman sekitar waduk ini.
Apabila ada curah hujan intensitas tinggi terjadi di wilayah tersebut, maka air bakal melimpah dari waduk dan akan mengalir membanjiri rumah-rumah warga setempat.
Maka dari itu, warga di Kecamatan Suka Makmue, Sabang mendesak pemerintah untuk melakukan normalisasi waduk Paya Seunara.
Baca Juga: Berdiri Sejak 2014, Museum di Jember Ini Jadi Gudangnya Ilmu Tembakau dan Terapkan Berbagai Inovasi
Bagian-bagian yang dangkal di bendungan diminta untuk dikeruk, serta tumbuhan gulma yang menjamur dibersihkan. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi