

inNalar.com – Siapa sangka, Indonesia juga memiliki sebuah pabrik farmasi berteknologi robotik yang didirikan di Cikarang, Bekasi.
Melalui anak usaha PT Kalbe Farma Tbk, perusahaan turunan bernama PT Kalbio Global Medika (KGM) ini menggelontor dana hingga Rp500 miliar.
Selain untuk mengeksekusi amanat inpres terkait percepatan pengembangan industri farmasi, diharapkan keberadaan fasilitas ini dapat memenuhi ketahanan kesehatan nasional.
Dampak konkretnya, masyarakat semakin bisa menjangkau obat dengan mudah dan berkesinambungan dengan berdirinya pabrik farmasi canggih tersebut.
Menghampar di atas lahan hingga melega 11.000 meter persegi, KGM berhasil membangun pabrik tersebut pada tahun 2018.
Melansir dari Kementerian Perindustrian, pabrik farmasi yang dibangun di kawasan Cikarang ini memproduksi Erythropoietin (EPO).
Baca Juga: Proyeksi Anggarannya Rp10 Triliun, UEA Tertarik Lakukan Investasi Proyek Kereta Bawah Tanah di Bali
EPO berperan besar bagi dunia pengobatan cuci darah dan kanker. Hasil produksinya bisa diekspor ke beberapa negara di Kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, pabrik ini juga memproduksi Granulocyte Colony Stimulating Factor (GCS) yang nantinya digunakan sebagai obat untuk peningkat produksi granulosit.
Adapula produksi Efepoietin (Long Acting EPO) yang digunakan sebagai obat perangsang pembentukan sel darah merah.
Baca Juga: Kucurkan Dana Rp76,6 Miliar, Tambak Udang Seluas 80 Ha di Karawang Jawa Barat Dimodifikasi
Kemudian produksinya juga meliputi insulin dan produk MAb yang berperan besar dalam penanganan penyakit kanker.
Industri farmasi yang dikembangkan oleh anak usaha PT Kalbe Farma Tbk ini memanfaatkan teknologi 4.0 yang didukung penuh oleh Kemenperin.
Dukungan nyara Kemenperin di antaranya adalah insentif fiskal berupa pengurangan Pajak Penghasilan atau tax allowance.
Jadi pembangunan pabrik farmasi berteknologi robotik ini dibangun dengan kualitas sistem berstandar internasional.
Sejalan dengan itu, PT Kalbe Farma Tbk tetap berpegang teguh dengan prinsip pembangunan ramah lingkungan.
Sebagai tanggung jawab perusahaan farmasi yang beriringan dengan kemajuan fasilitas ini, pihaknya juga berupaya menyiapkan (SDM) yang unggul di bidang bioteknologi dan rekayasa genetik.
“Selain memiliki keunggulan dari fasilitas teknologi dengan quality system dan fasilitas berstandar internasional serta ramah lingkungan, Kalbe juga berkomitmen mengembangkan SDM Indonesia untuk menjadi lebih kompeten di bidang kesehatan,” paparnya.
Sebagai informasi tambahan, PT Kalbe Farma Tbk juga menggaet Tiongkok dan Korea Selatan dalam investasi proyek penelitian, pengembangan, hingga transfer teknologi di bidangnya.
Serapan investasi yang disiapkan pihak perusahaan mencapai Rp200 miliar.
Belum lama ini, PT Kalbe Farma Tbk telah menjalin kerja sama dengan beberapa rumah sakit dalam mengembangkan bisnis alat kesehatan pendeteksi dini kanker.
Sebagai realisasi bisnis tersebut, perusahaan mulai membangun fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka di Jakarta.
Setelahnya pembangunan pabrik alat kesehatan tersebut rencananya akan berlanjut ke Surabaya, Jawa Timur.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi