

inNalar.com – Tidak lama ini terdengar kabar bahwasannya Pemerintah Pusat akan kembali melanjutkan proyek jembatan mangkrak di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur.
Pemerintah Pusat meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur untuk membuat rencana baru terkait pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) yang dulunya mangkrak itu.
Diketahui, proyek Jembatan Aji Tulur Jejangkat di Kutai Barat telah lama mangkrak sejak tahun 2015 lalu.
Proyek jembatan yang berlokasi di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak tersebut pembangunannya mulai dilaksanakan sejak tahun 2012.
Sebagaimana hasil penelusuran informasi yang didapat, ternyata proyek jembatan di Kecamatan Melak itu terpaksa berhenti karena terdapat dugaan tindak pidana korupsi terkait anggarannya.
Selain informasi tersebut, adapula yang menyebutkan bahwa proyek tersebut mangkrak dikarenakan adanya pengurangan penerimaan daerah pada tahun 2016, sehingga proyeknya tidak dapat diselesaikan dengan baik.
Sebelumnya, proyek jembatan di Kalimantan Timur tersebut telah menyerap dana investasi senilai Rp300 miliar.
Namun, setelah terdeteksi tindakan pidana korupsi pada proyek, proyek tersebut harus terpaksa harus dihentikan.
Kemudian setelah itu, terjadilah putus kontrak dengan pihak kontraktor, yakni PT Waskita Karya (Persero) pada tahun 2016.
Sehingga, hingga kini, pengerjaan proyek infrastuktur jalur penghubung tersebut harus mengalami kemangkrakan.
Namun tidak lama, setelah mendapatkan laporan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, kabarnya pada tahun 2024 ini Pemerintah Pusat sudah mulai masuk perencanaan dan pengerjaan fisik proyek.
Proyek jembatan yang telah lama mangkrak itu, ternyata telah ditargetkan pemerintah untuk masuk ke tahap perencanaan pada tahun 2024 ini.
Menurut informasi yang dikutip dari laman web setda.kutaibaratkab.go.id, dijelaskan bahwa untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) diperlukan anggaran senilai Rp243 miliar.
Keberadaan Jembatan ATJ sendiri memang sangatlah startegis.
Di mana, keberadaannya akan menghubungkan kawasan pengembangan strategis nasional, Kutai Barat, dan Kukar, serta Kawasan Strategis Kabupaten Mahakam Ulu.
Sekali kali, dengan adanya jembatan ATJ di Kutai Barat, Kalimantan Timur akses antara daerah maupun provinsi akan lebih mudah dari biasanya.
Sehingga, perekonomian di sekitar jembatan maupun sekitarnya dipastikan akan mengalami perkembangan yang pesat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi