Pertamina Geothermal Giat Garap PLTP 55 MW di Muara Enim Sumatera Selatan, PGEO Lanjut Gandeng Penyuplai Panas Bumi Terbesar Ketiga di Turki, Siapa?

inNalar.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) diketahui mulai geliatkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) lanjutan di Muara Enim, Sumatera Selatan.

Tidak berhenti di situ, kabar teranyar perusahaan panas bumi pelat merah ini menjalin kerja sama dengan perusahaan panas bumi terkemuka Turki.

Perusahaan panas bumi asal Turki itu adalah Kipas Holding, dikenal meluas sebagai penyuplai panas bumi terbesar ketiga di negaranya.

Baca Juga: Habiskan Dana Rp1,7 Triliun, Pabrik Pupuk Baru di Aceh Ini Gunakan Teknologi Terbaru, Dampaknya…

Jadi emiten pelat merah ini diketahui telah melangsungkan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) bersama Kipas Holding.

Adapun wakil yang melakukan prosesi NDA dari pihak Pertamina Geothermal adalah Julfi Hadi selaku Direktur Utama PGEO.

Selanjutnya dari pihak Kipas Holding, penandatanganan dilakukan oleh Mehmet Sisman.

Baca Juga: Raup Pendapatan Rp9,05 Triliun, Pertamina Geothermal Gaet Chevron Kembangkan WK Panas Bumi Way Ratai di Lampung

Sebagai informasi pelaksanaan teken NDA tersebut diselenggarakan pada Jumat, 2 Februari 2024.

Kerja sama emiten kredibel ini menjadi komitmen besar PGEO dalam memperluas ekspansi bisnis panas bumi.

Adapun dalam kerja sama tersebut, terdapat kebijakan yang cukup menarik dan menguntungkan bagi investor.

Baca Juga: Beroperasi Sejak 1872, Stasiun Buitenzorg di Jawa Barat Ini Dahulu Dikelola oleh 2 Kompetitor Perusahaan Kereta Api Belanda

Kebijakan potensial tersebut adalah Feed in Tariff, yaitu adanya subsidi investasi dalam proyek pengembangan PLTP dan unit usaha pembangkit listrik EBT lainnya.

Penting untuk diketahui bahwa Pertamina Geothermal kini tengah menggarap PLTP Lumut Balai Unit 2 di Muara Enim, Sumatera Selatan.

Dalam pengerjaannya, perusahaan berhasil mendapatkan suntikan dana dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Baca Juga: Menelan Anggaran Rp516 Miliar, Bendungan Baru di Bojonegoro Ini Diserbu oleh Masyarakat Sekitar, Kenapa?

Adapun gelontoran dana yang diperoleh PGEO untuk proyek ini sebesar USD 155 juta.

Dengan mulusnya perjalanan proyek ini, diharapkan kapasitas pembangkit listrik berbasis panas bumi di Lumut Balai bertambah 55 Mega Watt (MW).

Alhasil total panas bumi yang terpasang pada PLTP garapan Pertamina Geothermal di area tersebut mencapai 110 MW.***

 

Rekomendasi