

inNalar.com – PT Dharma Satya Nusantara Tbk adalah perusahaan sawit yang beberapa belakangan tahun terakhir tampak mengekspansikan fasilitas pabrik bioCNG.
Proyek fasilitas besutan perseroan ini mencakup 6 unit pabrik kelapa sawit yang dibangun di kawasan Muara Wahau, Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Tidak mengeherankan apabila paket investasi yang diserok menelan biaya hingga 47 juta USD.
Baca Juga: Alami Kerugian Sebesar Rp933 Miliar, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Mencatatkan Penurunan Jumlah Utang
Dalam rangka mendukung keberlanjutan perusahaan, perusahaan berkode DSNG ini memanfaatkan limbah cari kelapa sawit (POME).
Dari limbah sawit tersebut, fasilitas yang dibangun perseroan ini mampu menghasilkan energi listrik bersih.
Pada saat Pabrik BioCNG pertama telah melakukan commisioning pada September 2020, pembangunan unit fasilitas selanjutnya terus diekspansikan oleh perusahaan ini.
Baca Juga: Nyaris Bangkrut, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Siap Ekspansi Bisnis ke IKN Nusantara
Pabrik kelapa sawit tersebut diketahui memiliki kapasitas 2 x 60 ton per jam dan beroperasi dua tahun setelahnya.
Dengan begitu, suplai energi listrik yang dihasilkan mampu mencapai 2 x 850 kilowatt.
Digadang dengan beroperasinya Pabrik BioCNG di Kutai Timur ini bakal mereduksi emisi karbon hingga 100.000 Metric Ton setara CO2 per tahun.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk beberapa tahun belakangan menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan ekonomi berbasis energi bersih.
Jadi dengan mengefisienkan limbah sawit dari hasil proses produksinya, DSNG juga mampu menghemat penggunaan bahan bakar fosil.
Dengan demikian, secara tidak langsung perusahaannya ikut menyokong Program Net Zero Emission 2060.
Baca Juga: Merugi hingga Akhir Tahun 2023, PT Krakatau Steel Tbk Serah Terimakan Rumah Layak Huni Ke-100
Sebagai informasi, Pabrik BioCNG di Kutai Timur ini memanfaatkan limbah cair yang diambil dari satu unit pabrik kelapa sawit berkapasitas 60 ton Tandan Buah Segar perjam.
Dari situlah, upaya pengurangan emisi karbon bisa mencapai 50.000 tCO2e atau setara menanam sebanyak 800.000 pohon.
Lebih rinci lagi, kapasitas reduksi tersebut mampu mengurangi dampak 11.000 kendaraan atau setara pila dengan upaya daur ulang 17.000 ton sampah.
Pabrik ini menghasilkan total energi listrik sebesar 1,2 Mega Watt (MW) sehingga bisa dimanfaatkan untuk proses olah Palm Kernel dan produksi BioCNG itu sendiri.
Sebagai informasi tambahan, PT Dharma Satya Nusantara Tbk berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang prima pada kuartal III tahun 2023.
Terlihat pencapaian hasil penjualan industri minyak sawit mentah bisa mencapai Rp5,57 triliun.
Kemudian untuk sektor bisnis perkayuannya berhasil tembuskan penghasilan perusahaan hingga Rp792 miliar.
Berkat upaya peremajaan lahan perkebunan dan pabrik pengolahannya, serta evaluasi yang efisien perseroan mampu mengembangkan bisnis sawitnya hingga mendominasi pendapatan perusahaan hingga 80 persen. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi