PGN LNG Gandeng Hoegh Lampung Optimalkan Pengelolaan Terminal LNG Terapung, Pasok Gas ke Berbagai Lokasi, Mana Saja?

inNalar.com – PT PGN LNG Indonesia (PLI) menjalin kerja sama dengan PT Hoegh LNG Lampung (HLL) di bidang pengoptimalan pengelolaan terminal LNG FSRU Lampung.

Kerja sama ini sendiri menjadi tindak lanjut proses arbitrase atas perjanjian sewa, operasi, hingga pemeliharaan terminal FSRU atau LOM Agreement sejak beberapa bulan lalu.

Kolaborasi tersebut berjalan dengan adanya tanda tangan dari Direktur Utama PLI Nofrizal serta President Director HLL Irman Rumadja pada 5 Februari 2024 lalu.

Baca Juga: Kadin Jawa Timur Gandeng Universitas Ternama Asal Australia Jalin Kerja Sama Bidang SDM di Surabaya, Bakal Punya Cabang Kampus Baru?

Melansir dari Antara, kesepakatan yang tertuang dalam settlement agreement ini berisi pernyataan untuk melakukan pencabutan arbitrase.

Kemudian bernegoisasi dalam memperoleh kerja sama secara lebih optimal pada LOM Agreement.

PGN LNG mengoperasikan fasilitas terminal LNG terapung sebagai salah satu infrastruktur gas bumi yang telah terintegrasi dalam memasok gas menuju beberapa lokasi.

Baca Juga: Dibangun pada Tahun 1834, Gedung Bersejarah di Semarang Ini Dulunya Jadi Gudang Rempah, Kini Nasibnya…

Seperti Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, hingga Jakarta.

FSRU Lampung atau Floating Storage & Regasification Unit ini terhubung dengan pipa bawah laut yang berdiameter 24 inci.

Pipa tersebut memiliki panang hingga 21 km ke ORF atau onshore receiving facility di Lampung.

Baca Juga: Drama Korea ‘Doctor Slump’ yang dibintangi Park Hyung Sik dan Park Shin Hye Mendominasi Tren Netflix Global

ORF ini sendiri telah tersistem dan terhubung dengan jaringan transmisi pipa South Sumatera – West Jawa atau SSWJ di dua lokasi sekaligus.

Masing-masing yakni offtake station Lampung serta Labuhan Manggarai.

Setelah gas telah dilakukan regasifikasi LNG pada terminal LNG terapung, maka akan disalurkan menuju pipa distribusi yang terletak di Lampung, Sumatera Selatan, serta Jawa bagian barat.

Baca Juga: Perkiraan Biaya Bintang Drama Castaway Diva Park Eun Bin Bikin para Penggemar Kaget, Berapa?

Adanya proses regasifikasi ini merupakan sebuah fasilitas yang diperlukan agar tercipta sebuah security supply. Yaitu meliputi supply continuity, supply fexibility, hingga supply reability.

Tidak hanya itu, regasifikasi LNG tersebut juga memiliki fungsi sebagai supply point.

Khususnya saat terjadi lonjakan permintaan gas atau bahkan ketika terdapat penurunan pasokan gas pipa. Baik itu di jangka pendek maupun panjang.

Baca Juga: Dibentuk pada Tahun 2016, Desa Wisata di Banyuwangi Ini Berbasis Smart Kampung, Miliki Potensi Apa Saja?

Penyaluran gas tersebut nantinya dilakukan memakai konsep merchant business model.

Konsep ini akan memberikan fleksibilitas dalam menjaga keandalan pasokan untuk tidak hanya mengandalkan pasokan gas pipa dengan tersedianya gas PGN dari beragai sumbernya. Mulai dari gas pipa, gas biometana, dan LNG.

Seluruh kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekaligus upaya PT PGN LNG Indonesia dalam memberikan jaminan layanan kepada para pelanggannya.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]