

inNalar.com – Di Banyuwangi terdapat sebuah bendungan yang perencanaannya dilakukan sejak tahun 1980.
Dikenal debagai Bendungan Bajulmati, lokasinya di perbatasan antara Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi.
Tepatnya terletak di antara Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo di Kabupaten Banyuwangi dan Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih di Kabupaten Situbondo.
Awalnya, pada tahun 1980 pemerintah Indonesia elah mulai melakukan survei untuk menentukan lokasi pembangunan waduk ini.
Pada tahun 1984, mulailah dilakukan studi kelayakan pembangunan infrastruktur ini.
20 tahun kemudian, pemerintah mulai melakukan analisis mengenai dampak lingkungan dan dampak sosial ekonomi dari pembangunan waduk ini.
Selain itu, telah dilakukan pula pembebasan lahan secara bertahap.
Pada akhirnya, di tahun 2007 pembangunan infrastruktur ini baru dimulai dan rampung pada tahun 2015.
Beroperasi selama kurang lebih 14 tahun, bendungan ini memiliki banyak manfaat untuk masyarakat sekitar.
Dibangun di atas lahan seluas 115,5 hektar, waduk ini difungsikan untuk irigasi pertanian seluas 1.800 hektar.
Mengingat, Situbondo dan Banywangi merupakan dua kabupaten enghasil beras di Jawa Timur.
Selain itu juga bisa menyuplai air baku yang bisa dimanfaatkan 18.000 kepala.
Baca Juga: Proyeksi Anggarannya Rp10 Triliun, UEA Tertarik Lakukan Investasi Proyek Kereta Bawah Tanah di Bali
Beberapa bulan belakangan ini, terjadi kemarau yang cukup panjang, sehingga terjadi krisis air bersih di sejumlah daerah.
Tentunya muncul kekhawatiran mengenai ketersediaan air di waduk ini guna memenuhi kebutuhan air bersih di Banyuwangi dan Situbondo.
Dilansir inNalar.com dari antarafoto.com, ketersediaan air di Bendungan Bajulmati masih sekitar 8 juta meter kubik.
Dengan jumlah tersebut, bendungan ini masih mampu mensuplai 1.800 hektar lahan pertanian di Situbondo dan Banyuwangi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi