Total Investasinya Rp12 Triliun, Proyek Tol Trans Sumatera di Aceh Ini Dapat Pasokan 236 Ribu Ton Semen dari SIG

inNalar.com – Pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli merupakan salah satu ruas Tol Trans Sumatera yang kini menjadi PSN atau Proyek Strategis Nasional.

Diketahui, proyek jalan tol tersebut nantinya akan menghubungkan Aceh dengan Pelabuhan Bakauheni di Lampung.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, proyek yang kini menjadi salah Proyek Strategis Nasional tersebut dibangun dengan panjang sekitar 74,2 km.

Baca Juga: Puluhan Tahun Dinanti, Jembatan Senilai Rp1,4 Miliar di Sidoarjo Jawa Timur Ini Akhirnya Punya Pondasi Kokoh

Adapun total investasi untuk pembangunan ruas tol Sigli-Banda Aceh tersebut adalah sebesar Rp12,35 Triliun.

Proyek Tol Sigli-Banda Aceh diketahui dibangun dengan skema penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya sebagai Badan Usaha Jalan Tol dan PT Adhi Karya sebagai kontraktor pelaksana dan konsultan PT Virama Karya.

Salah satu ruas Tol Trans Sumatera yang lebih dikenal dengan sebutan Tol Sibanceh itu membentang sepanjang puluhan kilometer.

Baca Juga: Berkat Dana Rp10,27 Miliar, Jembatan Gantung di Jawa Barat Ini Bikin Warga Indramayu Tak Lagi Andalkan Perahu Getek Lintasi Sungai Cipunagara

Tidak lama ini, dikabarkan bahwa PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG (SMRG) telah memasok sebanyak ratusan ribu ton bahan bangunan berupa semen kr proyek tersebut.

Menurut informasi penelusuran, jumlah bahan bangunan berupa semen yang dipasok dari SIG yakni sebanyak 236 ribu ton hingga bulan Januari 2024.

Atas kontribusinya, SIG disebut turut bangga karena dapat menjadi bagian dari proyek pembangunan Tol Sibanceh yang menghubungkan wilayah-wilayah di Provinsi Aceh.

Baca Juga: Berusia 250 Tahun, Tugu Lonceng Peninggalan Belanda di Bogor Jawa Barat Ini Bertahun-Tahun Jadi Cagar Budaya Terbengkalai, Akankah Ada Pemugaran?

Dikutip dari laman ANTARA, Tol Sibanceh terbagi dalam enam seksi ruas, yang meliputi seksi satu hingga enam.

Seksi satu sendiri menghubungkan wilayah Padang Tiji menuju Seulimum, dengan panjang sekitar 24,3 kilometer.

Kemudian, untuk seksi dua diketahui memiliki panjang sekitar 7,6 kilometer, yang menghubungkan Seulimum dengan wilayah Jantho.

Baca Juga: Digagas Pada 1886, Proyek Trem Listrik di Jakarta Ternyata Lebih Dulu Beroperasi Daripada Negara Induk Belanda, Sempat Disabotase Pesaing Angkutan

Adapun seksi tiga, diketahui menghubungkan wilayah Jantho menuju Indrapuri, dengan panjang sekitar 16 kilometer.

Lalu, untuk seksi empat, diketahui menghubungkan wilayah Indrapuri, menuju wilayah Blang Bintang, dengan panjang kurang lebih 13,5 kilometer.

Seksi lima, diketahui menghubungkan wilayah Blang Bintang menuju wilayah Kuto Baro, dengan panjang 7,7 kilometer.

Baca Juga: Berkat Konsesi Politik, Stasiun Kereta Api Berusia 152 Tahun di Bogor Jawa Barat Ini Sempat Dijadikan Tempat Singgah Gubernur Jenderal Hindia Belanda

Sedangkan yang seksi keenam, diketahui memiliki panjang 5 kilometer, dan menghubungkan wilayah Kuto Baro menuju Baitussalam.

SIG diketahui memasok semen jenis UltraPro untuk proyek Tol Sibanceh di Aceh.

Hal ini dilakukan karena jenis semen tersebut memiliki banyak keunggulan, seperti mudah diaplikasikan, waktu kering optimal, serta hasil akhir dengan kekuatan maksimal.***

 

Rekomendasi