Bakal Lenyapkan 2 Desa, Proyek Bendungan Senilai Rp2,8 Triliun di Semarang Jawa Tengah Ini Sempat Terhambat Hampir Setahun, Ternyata Penyebabnya…

inNalar.com – Dalam rangka mengejar pembangunan 61 infrastruktur penunjang ketahanan air dan pangan hingga tahun 2024, pelaksanaan sejumlah proyek bendungan terus digesa.

Salah satunya adalah Bendungan Jragung yang dibangun oleh Kementerian PUPR di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pembangunan infrastruktur raksasa ini diharapkan mampu memasok air baku ke tiga daerah yang meliputi Semarang, Demak, dan Grobogan.

Baca Juga: Berdiri Kokoh Sejak 1916, Jembatan Kereta Api Cirebon-Kroya Buatan Staatsspoorwegen Hampir Nabrak Jalur Proyek Trem Kompetitor Hindia Belanda, tapi…

Tidak hanya sebagai pemasok air baku, waduk ini juga akan dimanfaatkan sebagai penyaluran irigasi lahan pertanian.

Dengan begitu, kontraktor pembangun infrastruktur raksasa ini akan merancang kapasitas tampung airnya mencapai 90 juta meter kubik.

Sebagai sumber air baku, nantinya akan ada kapasitas aliran air yang cukup berbeda untuk ketiga daerah di Jawa Tengah tersebut.

Baca Juga: Peras Dana Rp11,6 Miliar, Proyek Kawasan Industri Hasil Tembakau di Sumenep Jawa Timur Tak Juga Difungsikan, Kenapa?

Kapasitas air baku yang disuplai ke Kota Semarang diketahui sebesar 500 liter per detik.

Sementara untuk Kabupaten Grobogan dan Demak, masing-masing dipasang kapasitas suplai air bakunya sebesar 250 liter per detik.

Sebagai fungsi irigasi, Bendungan Jragung Semarang ini juga akan mengairi lahan seluas 4.528 hektare.

Baca Juga: Puluhan Tahun Dinanti, Jembatan Senilai Rp1,4 Miliar di Sidoarjo Jawa Timur Ini Akhirnya Punya Pondasi Kokoh

Dengan demikian, infrastruktur ini akan mampu meningkatkan produktivitas pengairan yang tadinya hanya sekali tanam menjadi 2 atau 3 kali lipatnya.

Adapun target rampung waduk ini diharapkan bisa beroperasi pada tahun 2024.

Kendati demikian, proyek pembangunan bendungan di Jawa Tengah ini ternyata sempat molor hampir setahun, melansir dari Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Total Investasinya Rp12 Triliun, Proyek Tol Trans Sumatera di Aceh Ini Dapat Pasokan 236 Ribu Ton Semen dari SIG

Keterlambatan pembangunan tersebut diungkap oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana bernama Muhammad Adek Rizaldi.

Menurutnya, kendala yang menjadi penyebab pembangunan terhambat adalah karena menunggu terbitnya izin pinjam pakai kawasan hutan.

Adapun pihak penerbit izin dalam hal ini adalah Kementerian LHK.

Baca Juga: Reaktivasi Pabrik PT Krakatau Steel Tbk Habiskan Anggaran Rp18,8 Triliun dan Gandeng Perusahaan China Lagi, Kenapa?

Pasalnya untuk proyek pembangunan bendungan ini, ada lahan hutan yang akan berpotensi digunakan seluas 630,04 hektare.

Sementara lahan yang statusnya milik warga dan akan terdampak oleh proyek ini luasnya 14,39 hektare.

Lahan warga yang akan digunakan untuk proyek Bendungan Jragung Semarang ini berada di Dusun Borangan dan Kedungglatik.***

 

Rekomendasi