Nilai Kontrak Proyek Rp2,3 Triliun, Pembangunan Bendungan Jragung di Semarang Kerahkan 3 Kontraktor dari Emiten BUMN Konstruksi

inNalar.com – Provinsi Jawa Tengah memiliki proyek Bendungan Jragung di Semarang yang bisa dibilang cukup spesial.

Pasalnya proses pembangunannya sampai melibatkan tiga kontraktor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi sekaligus.

Ketiga perusahaan pelat merah tersebut masing-masing memiliki genggaman nilai kontrak yang berbeda.

Baca Juga: Digagas Ahli Pengairan Belanda, Bendungan Pelenyap 14 Desa Senilai US$ 230 Juta di Purwakarta Jawa Barat Ini Diramal Mampu Berfungsi 276 Tahun

Sebagaimana proyek ini dibagi menjadi tiga paket pengerjaan, sinergi ketiga kontraktor akan sangat menentukan ketepatan waktu dalam penyelesaiannya.

Ketiga badan usaha yang terlibat dalam proyek ini meliputi PT Waskita Karya dengan pengerjaan paket kontrak I.

Selanjutnya ada kolaborasi antara PT Wijaya Karya dan PT BRP (KSO) untuk menyelesaikan paket kontrak II.

Baca Juga: Babat Hutan 765 Hektar, Proyek Bendungan Rp1,8 Miliar di Kalimantan Selatan Diklaim Bisa Kendalikan Banjir

Kemudian untuk paket kontrak III dilakukan oleh Kontraktor PT Brantas Abipraya – PT Pelita Nusa Perkasa (KSO).

Mengenai biaya kontraknya pun berbeda. Teruntuk Paket I nilainya 806,3 miliar.

Selanjutnya Paket II nilai kontraknya mencapai Rp758 miliar dan Paket III nilainya mencapai Rp735,9 miliar.

Baca Juga: Daya Tampungnya 77 Juta M3, Bendungan Senilai Rp1,6 Triliun di Takalar Sulsel Ini Diproyeksikan Dapat Meningkatkan Indeks Pertanian

Dengan demikian, apabila ditotal jumlah genggaman kontrak seluruh kontraktor pembangun Bendungan Jagrung bisa mencapai Rp2,3 triliun.

Terkait lingkup pengerjaannya, Paket I dan II meliputi pengerjaan galian dan timbunan bendungan utamanya.

Selain itu pembangunan perlindungan tebing, proses drilling dan grouting juga turut masuk di dalamnya.

Baca Juga: Tak Kunjung Diresmikan, Bendungan Molor Senilai Rp1,6 Triliun di Sulawesi Tenggara Diklaim Bisa Aliri Pertanian 3363 hektare

Kemudian untuk Paket III pengerjaannya mencakup pekerjaan jalan akses, pengelak sungai, pembangunan spillway atau pelimpah.

Sampai dengan pengerjaan fasilitas umum dan proses pemindahan sutet 500 kV.

Proyek pembangunan Bendungan Jragung Semarang ini diteken kontraknya pada akhir 2020.

Baca Juga: Hanguskan Rp1,24 Triliun, Bendungan di Mamuju Tengah Ini Sempat Terkendala Pembebasan Lahan, Kapan Diresmikan?

Konstruksi mulai digerakkan pada tahun 2021 pertengahan, tepatnya setelah lahan siap digunakan.

Diproyeksikan pada tahun 2024, Bendungan Jragung dapat selesai dan mampu segera menebar kebermanfaatannya.

Kendati demikian, proyek ini ternyata juga sempat mengarungi hambatan yang merintangi, yakni terkait permasalahan izin pinjam pakai kawasan hutan.

Baca Juga: Anggaran Capai Rp4,1 Triliun! Pemerintah Gandeng China Buat Bangun Bendungan Terbesar di Sulawesi Selatan

Pasalnya ada 630,04 hektare hutan yang perlu dimintakan izinnya dari Kementerian LHK.***

 

Rekomendasi