Raih Pendanaan 68,36 juta USD, Revitalisasi Pelabuhan di Palu, Sulawesi Tengah Ini Sempat Terkendala Karakter Tanah, Kapan Beroperasi?


inNalar.com –
Tersisa dari dahsyatnya bencana alam yang sempat menimpa Kota Palu di Sulawesi Tengah pada tahun 2018, upaya revitalisasi terus dikejar oleh Kementerian Perhubungan.

Perbaikan fasilitas dan bangunan tiga pelabuhan seperti Pantoloan, Donggala, dan Wani terus digesa pembangunannya.

Upaya perbaikan pelabuhan yang sempat diambruk bencana ini mulai digalakkan sejak tahun 2019.

Baca Juga: Telan Rp954,6 miliar, IPAL Losari Mampu Layani 70.000 Jiwa di Makassar dengan Teknologi Canggih Bernama MBBR, Apa itu?

Berkat adanya Program Asian Development Bank (ADB) bernama Emergency Assistance for Rehabilitation and Reconstruction (EARR), pendanaan fasilitas ketiga pelabuhan dapat digesa pengerjaannya.

Adapun perolehan total investasi untuk perbaikan tiga pelabuhan itu mencapai US$ 68,36 juta atau setara dengan Rp1 triliun.

Sebagaimana diketahui bahwa ketiga pelabuhan di Sulawesi Tengah ini mengalami kerusakan yang cukup parah.

Baca Juga: Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Lab hingga Bentuk Organisasi Khusus, RI Targetkan Pengembangan PLTN Komersial 2032, Ketuanya…

Meski penandatanganan kontrak pengerjaan revitalisasi pelabuhan sudah dimulai sejak 2021 – 2022, tetapi operasional resminya belum dapat dilakukan.

Sebagai selingan informasi, penandatanganan kontrak revitalisasi Pelabuhan Pantoloan dilaksanakan pada Oktober 2021.

Sementara untuk Pelabuhan Donggala dan Wani juga telah dilakukan kontrak pengerjaan penanganan dermaganya sejak 2022 silam.

Baca Juga: PT Supra Boga Lestari Gandeng Jobseeker Company Terapkan ‘Aplicant Tracking System’, Efisienkan Perekrutan Karyawan?

Rupanya salah satu kendala yang menghambat tidak lekasnya operasional usai revitalisasi ini terkait permasalahan jenis karakter tanahnya.

Kendala pengerjaan Pelabuhan Pantoloan dan Donggala terkait lahan garapannya yang cenderung mengalami penurunan.

Lain halnya dengan Pelabuhan Wani, pengerjaan sempat terkendala kerasnya karakter tanah, sehingga tiang pancang sulit untuk menancap sedalam mungkin.

Baca Juga: Telkom Kolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison di Bidang Digitalisasi RI, Perkuat Infrastruktur Jaringan Internet hingga…

Kendati demikian, dikabarkan progres Pelabuhan Donggala telah melalui proses konstruksi hingga 97.48 persen.

Selanjutnya untuk Pelabuhan Pantoloan sudah selesai dan beroperasi sejak 2022 silam.

Secara umum seluruh pelabuhan ditargetkan dapat rampung seluruhnya pada kuartal I 2024.

Baca Juga: Suho Mengambil Tantangan Drama Sejarah Pertamanya Berjudul ‘Missing Crown Prince’yang Bergenre Komedi Romantis

Nantinya Terminal Donggala akan difungsikan sebagai dermaga pelayanan kargo berkapasitas 370.000 ton per tahun.

Selain itu, dermaga tersebut juga melayani dry bulk cargo serta kapal penumpang PELNI, Tol Laut, dan Perintis.

Pelabuhan Pantoloan diketahui menjadi dermaga pusat logistik dan barang nasional yang mampu menampung barang sebanyak 5 juta TEUs.

Selanjutnya untuk Pelabuhan Wani nantinya akan difungsikan sebagai layanan terminal serbaguna mulai dari keperluan sektor angkut agrikultur, ternak, dan kapal negara.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]