Dana Pengadaan Lahan Rp500 Miliar, Proyek Jalan Tol Era Soeharto Ini Sempat Terkatung Nasibnya Karena Krisis Moneter, Endingnya…

inNalar.com – Pembangunan jalan tol yang satu ini digagas saat masa pemerintahan Presiden RI ke-2 Soeharto, tepatnya pada tahun 1995.

Tidak mudah merealisasikan proyek jalan tol sepanjang 21,04 kilometer ini, mengingat tiga tahun setelahnya Indonesia mengalami krisis moneter.

Harapan pembangunan yang telah diupayakan realisasi tahun 1996 oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga ini terhenti.

Baca Juga: Menelan Dana Rp6 Triliun, Proyek Jalan Tol Indrapura-Kisaran Ini Sempat Bikin Warga Demo, Kok Bisa?

Bukan hanya persoalan biaya investasi proyeknya saja yang menjadi penghalang jalan bebas hambatan ini terwujud.

Dana pengadaan lahannya saja yang melintang di sepanjang Bekasi – Cawang – Kampung Melayu diketahui makan biaya hingga Rp500 miliar.

Namun apa daya ketersediaan dana menjadi salah satu peliknya proyek ini bisa terwujud usai proses bangkit dari goncangan krisi moneter.

Baca Juga: Peras Anggaran Rp6,05 Triliun, Jalan Tol Kisaran-Indrapura Ini Akhirnya Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo

Hingga akhirnya mau tidak mau realitas menjadikan proyek ini mangkrak selama 22 tahun, setidaknya sampai tahun 2015.

Ruas jalan tol yang dikenal mangkrak ini kemudian dikenal dengan nama Becakayu.

Geliat pembangunannya kembali diangkat Presiden RI Joko Widodo dengan menandainya sebagai proyek strategis nasional.

Baca Juga: Proyek Jalan Tol Senilai Rp9,9 Triliun di Banten Ini Setengah Dananya dari Swasta, Baru Akan Dibuka 2 Tahun Lagi

Jalan Tol Becakayu pun akhirnya dilakukan kembali prosesi grounbreaking pada Oktober 2014.

Total dana investasi proyek penghubung Bekasi – Jakarta ini mencapai Rp8,54 triliun.

Adapun alokasi dana pembebasan lahan mencakup setengah triliun, tepatnya Rp500 miliar lebih.

Baca Juga: LMAN Danai Rp24,08 Triliun, Alokasi Pembebasan Lahan Proyek Jalan Tol Binjai-Langsa di Sumatera Utara Ternyata Sedot Biaya Jumbo, Berapa?

Jalur yang didesain melebar hingga 2 x 3 lajur ini dibangun dengan rupa jalan layang sepanjang 21,04 kilometer.

Sebagian Seksi Jalan Tol Becakayu diresmikan pada tahun 2017 dan sisanya rampung pada tahun selanjutnya.

Investor dan pengelola jalur tol ini adalah oleh anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang bernama PT Waskita Toll Road.

Baca Juga: Dibantu Amerika dan Korea, Jalan Tol Rp6,6 Miliar Penghubung 2 Provinsi Ini Diklaim Jadi yang Pertama di Indonesia, Usianya…

Adapun emiten konstruksi BUMN Karya ini memegang 98,97 saham pengelola jalur tol Becakayu, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.

Lebih lanjut, masa konsesi jalur yang dikelola perusahaan tersebut diketahui mencapai 45 tahun.

Proyek ini sempat terhambat urusan dana, mengingat dana modal yang dikeluarkan investor sendiri mencapai Rp2 triliun.

Baca Juga: Molor! Megaproyek Jalan Tol Terpanjang Rp58 Triliun Penghubung 2 Provinsi Bakal Ditender Ulang, Kapan Beroperasi?

Adapun sisanya bersumber dari kredit sindikasi sejumlah 18 bank pada Januari 2008, melansir dari Kementerian PUPR.

Namun halangan tidak menahan proyek ini bergerak maju hingga akhirnya momen yang ditunggu pada November 2017 pun mulai cerah.

Kecerahannya ditandai dengan peresmian Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu yang dihadiri langsung oleh dua gubernur yang terlibat dalam lintasannya.

Baca Juga: 5 Tahun Berlalu, Jalan Tol di Jawa Timur Dengan Jembatan Terpanjang Senilai Rp4,5 Triliun Kini Digratiskan, Lokasinya di…

Kala itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meresmikan Ruas Cipinang Melayu – Jakasampurna Seksi IB dan IC.***

 

Rekomendasi