

inNalar.com – Terdapat megaproyek di Indonesia yang dibangun hingga 17 tahun lamanya.
Bahkan sebenarnya proyek tersebut justru telah muncul gagasannya sebelum Soekarno menjadi presiden.
Proyek yang dimaksud ini adalah pembangunan masjid terbesar di Indonesia yang terletak di Jakarta.
Menilik sejarahnya, kala itu pada tahun 1944 terdapat pertemuan antara para ulama, pimpinan organisasi serta para tokoh Islam yang berada di Pegangsaan Timur, Jakarta.
Pertemuan tersebut mengemukakan jika sebenarnya Para ulama dan tokoh-tokoh Islam menginginkan adanya sebuah tempat ibadah besar di daerah Kota Jakarta.
Bahkan para ulama juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp500 ribu agar tempat ibadah kebanggaan masyarakat Jakarta tersebut dapat terbangun.
Ditambah terdapat pula para donatur yang siap memberikan bantuan berupa genteng, kayu, kapur, dan bahan-bahan material bangunan lainnya.
Meski begitu, ternyata keinginan para ulama tersebut justru tidak disetujui oleh Soekarno.
menurutnya, jika ingin membangun tempat ibadah yang besar, maka jangan menggunakan sumber daya yang terbatas dengan bahan yang bisa termakan oleh usia.
Baca Juga: Bukan Cuma Manusia Lho, Kucing Juga Bisa Ngambek ke Pemiliknya dengan Ciri-ciri Seperti Ini
Keinginan dari Soekarno ialah membuat tempat ibadah yang tak akan termakan oleh usia, dan terbuat dari besi, beton, pintunya dari bahan perunggu, batu pualam, dan sebagainya.
Akhirnya setelah Indonesia merdeka, pembangunan megaproyek masjid megah menjadi ikon kebanggaan Indonesia mulai dibangun.
Tepatnya, pada tahun 1953 Mentri Agama RI pertama KH. Wahid Hasyim bersama H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan atas bantuan banyak tokoh islam membuat yayasan untuk membangun tempat ibadah di daerah kota Jakarta tersebut.
Meski pembangunan megaproyek tersebut telah disetujui, namun baru pada tahun 1956 pemenang rancangan bangunan baru terjadi.
Sedangkan untuk proses pengerjaannya, ternyata pembangunan masjid megah tersebut baru dilakukan pada tahun 1961 tepat bersamaan dengan hari maulid nabi.
Ironisnya, ternyata progres pembangunan tempat ibadah yang bakal jadi terbesar di Indonesia tersebut kecepatannya dapat dibilang cukup lambat.
Tidak hanya itu, bahkan progres pengerjaannya juga sempat terhenti karena adanya tragedi G30SPKI pada tahun 1965.
Dengan adanya tragedi G30SPKI tersebut, pengerjaan dari megaproyek ini justru berhenti.
Walau begitu, akhirnya pengerjaan dari tempat ibadah umat islam terbesar ini dilanjutkan kembali pada tahun 1966 usai kondisi politik di Indonesia terasa tenang.
Hingga akhirnya sejak dibangun dari Agustus 1961 di era Soekarno, proyek pengerjaan tempat ibadah ini telah rampung dan diresmikan oleh presiden Soeharto Februari 1978 seperti yang dilansir dari istiqlal.or.id.
Adapun nama dari tempat ibadah terbesar di Indonesia yang dibangun selama 17 tahun ini adalah Masjid Istiqlal.
Selama membangunnya, diketahui anggaran yang digelontorkan yaitu sebanyak Rp 7 miliar.
Diketahui Istiqlal yang menyandang gelar sebagai masjid terbesar di Indonesia ini memiliki luas bangunan sebesar 24.200 meter persegi.
Bangunan tersebut berada di atas lahan seluas 98.247 meter persegi.
***