Usianya Hampir 5 Abad, Daun Pintu Masjid di Banjarmasin Ini Terlapir Inskripsi Arab-Melayu, Bunyinya?

inNalar.com – Di Banjarmasin terdapat sejumlah masjid tertua yang ada di Kalimantan Selatan dan salah satunya dikenal dengan nama Masjid Sultan Suriansyah.

Masjid Sultan Suriansyah juga populer dengan nama Masjid Kuin.

Lokasinya berada di Jalan Kuin Utara, Kuin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Dananya Fantastis hingga Rp2 Kuadriliun, Proyek Kota Baru di Kuwait Ini Memasuki Pengembangan Tahap 1

Menjadi salah satu yang tertua, Masjid Kuin diperkirkan telah berdiri sejak tahun 1525 pada masa kepemimpinan Sultan Suriansyah.

Sultan Suriansyah merupakan Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam.

Bangunan kuno ini berukuran 26,1×22,6 meter dimana memiliki atap yang masih asli.

Baca Juga: Gandeng China, Proyek Ambisius Kota Baru di Kuwait Senilai Rp2 Kuadriliun Bakal Dibangun Gedung Pesaing Burj Khalifa

Atap masjid ini berbentuk tumpang empat yang dulunya pada bagian atas atau puncaknya terdapat sungkul yang terbuat dari kayu ulin.

Dilansir inNalar.com dari kemenparekraf, Konstruksi dasarnya adalah rumah panggung berbahan dasar kayu ulin.

Kemudian, di bagian dalam masjid terdapat sebuah mimbar yang juga terbuat dari kayu besi/ulin.

Baca Juga: Bendungan Mesir Senilai Rp15 Triliun Seret Pendanaan, Presiden Nasser Atur Strategi di Terusan Suez tapi Berujung Picu Krisis, Kok Bisa?

Di bawah tempat duduk mimbar terdapat undak-undak berjumlah sembilan yang dihiasi dengan ukiran berupa sulur-suluran, kelopak bunga, dan arabes yang distilir.

Uniknya, terlihat pada dua daun pintu Lawang Agung terdapat 2 buah inskripsi berbahasa Arab Melayu.

Pada daun pintu sebelah kanan terdapat lima baris inskripsi yang berbunyi, Ba’da hijratun Nabi Shalallahu ‘alahihi wassalam sunnah.

Baca Juga: Hasilkan Listrik 10 Miliar KW, Proyek Bendungan Aswan Mesir Didanai AS-Inggris Senilai 1 Miliar USD Tapi Berakhir Disetop, Ini Penyebabnya

Kalimat tersebut berarti, pada Tahun Wawu ngaran Sultan Tamjidillah Kerajaan dalam Negeri Banjar dalam tanah tinggalan Yang mulia.

Sementara itu, pada daun pintu sebelah kiri terdapat inskripsi berbunyi, Kiai Damang Astungkara mendirikan wakaf Lawang Agung Masjid di Nagri Banjar Darussalam pada hari Isnain pada sapuluh hari bulan Sya’ban tatkala itu.

Kedua inskripsi tersebut tertulis pada hari Senin tanggal 10 Sya’ban 1159 hijriyah oleh Kiai Demang Astungkara.***

 

Rekomendasi