Laba Bersihnya Anlok, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) Mencatatkan Penurunan Jumlah Utang

inNalar.com – PT Lautan Luas Tbk merupakan perusahaan importir dan distributor bahan kimia dasar.

Bahan kimia dasar tersebut digunakan untuk industri batik dan makanan di Indonesia.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1951 dan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1997.

Baca Juga: Injeksi Modal Anak Usaha, PT Lautan Luas Tbk Targetkan Pendapatan Tumbuh hingga 12 Persen

Pada tahun 2019 lalu, PT Lautan Luas Tbk melakukan penggabungan anak perusahaan PT Dunia Kimia Jaya dengan PT Advance Stabilindo Indonesia.

Untuk selanjutnya, perseroan ini akan terus menyasar peluang investasi di pasar domestik dan regional secara berkelanjutan.

Pada periode terbaru triwulan III 2023, PT Lautan Luas Tbk telah mengumumkan laporan keuangan resminya.

Baca Juga: Bagikan Dividen Senilai Rp77,74 Miliar, PT Lautan Luas Tbk Gelar Konsolidasi Bisnis Air, Tujuannya…

Bersumber dari laporan keuangan resminya, jumlah penjualan dan pendapatan usaha perusahaan sebesar Rp5,3 triliun.

Jumlah tersebut dikurangkan dengan beban pokok penjualan yang nilainya sebesar Rp4,4 triliun.

Dari pengurangan tersebut diketahui jumlah laba kotor perseroan mencapai Rp895,8 miliar.

Baca Juga: Usianya Hampir 5 Abad, Daun Pintu Masjid di Banjarmasin Ini Terlapir Inskripsi Arab-Melayu, Bunyinya?

Kemudian, jumlah tersebut kembali dikurangkan dengan berbagai beban dan ditambahkan dengan pendapatan lainnya untuk mengetahui jumlah laba bersih.

Pada triwulan III 2023, jumlah laba bersih perusahaan sebesar Rp91,1 miliar.

Angka tersebut jauh di bawah laba bersih perusahaan tahun lalu yang bisa mencapai Rp274,1 miliar.

Baca Juga: Industrinya Terdampak Situasi Global, PT Emdeki Utama Tbk (MDKI) Proyeksikan Pertumbuhan Penjualan 5 Persen pada 2024

Alami penurunan jumlah laba bersih, diketahui jumlah utang perusahaan alami penurunan.

Diketahui jumlah utang jangka pendek perusahaan adalah sebesar Rp1,8 triliun.

Kemudian, jumlah utang jangka panjangnya mencapai Rp852,9 miliar.

Baca Juga: Telan Investasi Total Rp4,51 Triliun, Proyek Bersejarah Soeharto 50 Tahun Silam di Pasuruan, Jawa Barat Ini Baru Diresmikan Jokowi

Secara keseluruhan, jumlah utang perseroan mencapai Rp2,7 miliar.

Jumlah tersebut berada di bawah jumlah utang perusahaan pada tahun lalu yang jumlahnya sebesar Rp3,1 triliun.***

 

Rekomendasi