Populer dengan Bumbu Penyedap Masakannya, PT Ajinomoto Kini Punya Gudang Biomassa Sendiri, Percepat Transisi Energi RI?

inNalar.com – Salah satu perusahaan populer di tanah air yang bergerak di bidang pembuatan bumbu penyedap masakan adalah PT Ajinomoto Indonesia.

Perusahaan tersebut sekarang ini telah memiliki gudang biomassa sendiri yang ada di

Dilansir InNalar.com dari laman Pemprov Jatim, gudang tersebut memiliki mesin biomassa khusus untuk mengaplikasikan konsep green industry.

Baca Juga: Bintang Marry My Husband Na In Woo akan Menjalani Wajib Militer, Benarkah akan Ada Season 2?

PT tersebut memang tengah gencarnya dalam mewujudkan transisi energi demi menghasilkan lingkungan industri hijau.

Salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan mulai beralih dari bahan bakar batu bara menuju biomassa untuk proses steam boiler pabrik.

Dalam kunjungan ke perusahaan ini pada 12 Januari 2024 lalu, Khofifah selaku Gubernur Jawa Timur memberikan apreasiasi.

Baca Juga: Drama Doctor Slump yang Dibintangi Park Hyun Sik dan Park Shin Hye Alami Penurunan Rating Besar, Alasannya…

Ia mengatakan bahwa yang dilakukan perusahaan tersebut menjadi langkah paling berpengaruh terhadap lingkungan.

Termasuk untuk menurunkan emisi karbon secara efektif. Hasilnya, perusahaannya mampu menurunkan kadar emisi karbon hingga sebanyak 36 persen.

PT Ajinomoto juga melakukan pengubahan sistem boiler di pabrik miliknya yang ada di Mojokerto.

Baca Juga: Krisis Laut Merah Meradang, Traffic Kapal di Terusan Suez Mesir Merosot 42 Persen, Apa Dampaknya Bagi Perdagangan RI?

Jika sebelumnya memanfaatkan bahan bakar batu bara, maka saat ini telah memanfaatkan biomassa.

Baik itu seperti serbuk kayu, pelet kayu, hingga cangkang sawit.

Pada pabrik ini sendiri memerlukan biomassa sebesar 130 hingga 150 ton per hari.

Hasil boiler yang dilakukan nantinya mampu menjalankan proses uap atau steam hingga 30 ton per jam.

PT Ajinomoto mulai menerapkan langkahnya dalam mewujudkan transisi energi untuk mengatasi khawatirnya perubahan iklim dan keamanan energi tanah air.

Baca Juga: Diresmikan pada 2016, Jembatan di Ambon Senilai Rp779,2 Miliar Ini Sempat Dipertanyakan Ketahanannya, Kenapa?

Tidak terkecuali juga untuk menurunkan angka emisi gas rumah kaca yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Khofifah kembali menjelaskan bahwa Pemprov Jatim sekarang ini tengah mendorong industri-industri agar menerapkan langkah transisi energi.

Menurutnya, proses ini dilakukan agar proses produksinya jauh lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Menelan Dana Rp7,8 Kuadriliun, Mega Proyek Kota Baru di Arab Saudi Ini Memperkenalkan Sejumlah Destinasi Baru Pada 2023

Terutama untuk menekan emisi yang dibuang ke lingkungan sekitarnya.

Dengan PT Ajonomoto yang menerapkan transisi energi, tentu akan turut berperan pula dalam mewujudkan industri yang lebih ramah lingkungan.***

Rekomendasi