

inNalar.com – Sebuah survey mengungkapkan bahwa 90 persen warga Lebanon menganggap Amerika Serikat bertanggung jawab atas serangan Israel.
Diketahui bahwa serangan Israel terus berlanjut di Lebanon dan Jalur Gaza.
Hal itu dilaporkan surat kabar lokal al-Akhbar pada Senin, 19 Februari 2024.
Sebagai informasi, semua sektor di Lebanon, 94,1 persen penganut Syiah, 92,4 persen Sunni, 83,8 persen penganut Kristen, dan 92,9 persen warga Druze.
Semua sektor tersebut bersepakat bahwa Amerika Serikat adalah alasan utama di balik eskalasi yang terus berlanjut dan kegagalan mengakhiri agresi Israel.
Dilansir inNalar.com dari en.people.cn, survey tersebut dilakukan empat bulan setelah konflik Israel-Hamas.
Baca Juga: Gak Bisa Ngomong dan Mengungkapkan, tapi Begini 5 Cara Kucing Berterima Kasih Kepada Pemiliknya
Selain itu, dalam survey tersebut mencakup sampel 400 orang dari berbagai sekte dan wilayah Lebanon.
dua pertiga dari mereka yang disurvei setuju bahwa Perlawanan Islam di Lebanon (Hizbullah) memperhitungkan Kepentingan nasional Lebanon dalam mendukung rakyat Palestina.
Menurut survey itu, sekitar 60 persen percaya bahwa demonstrasi kekuatan Hizbullah akan menghalangi Israel melakukan perang menyeluruh melawan Lebanon.
Baca Juga: Anti Boros, Ini Cara Hemat Merawat Kucing Persia yang Benar, Mulai dari Makanan hingga Vitaminnya!
Selain itu, sekitar 60 persen setuju bahwa kehadiran Lebanon dalam poros perlawanan memperkuat posisi negara dan membantu mencegah agresi.
Perbatasan Lebanon-Israel telah menyaksikan peningkatan ketegangan sejak 8 Oktober 2023.
Kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah menembakkan puluhan roket ke arah Israel untuk mendukung serangan Hamas terhadap Israel pada hari sebelumnya.
Baca Juga: Jangan Panik! Inilah 5 Alasan Kenapa Kucing Memakan Rumput, Bagus untuk Kesehatan?
Serangan itu mendorong Israel untuk merespons dengan menembakkan artileri berat ke arah tenggara Lebanon.
Konfrontasi antara Hizbullah dan Israel telah menewaskan 302 orang di pihak Lebanon.
Jumlah tersebut termasuk 205 anggota Hizbullah dan 57 warga sipil.***