

inNalar.com – Sebuah komite parlemen Inggris telah meningkatkan kekhawatiran atas kekejaman di Gaza.
Hal itu diungkapkan setelah mereka kembali dari kunjungan ke Al-Arish di gurun Sinai Mesir minggu lalu.
Al-Arish yang secara efektif merupakan pusat logistik bantuan untuk penyeberangan yang dikontrol ketat ke Gaza.
Baca Juga: Apakah Anjing Bisa Makan Seafood? Berikut Manfaat serta Risikonya, Dog Lovers Wajib Tahu!
Anggota parlemen juga mengunjungi rumah sakit di lokasi tersebut, tempat warga Palestina yang terluka dirawat.
Anggota parlemen Partai Buruh Sarah Champion mengungkapkan bahwa tidak ada laporan yang menguatkan kita menghadapi skala kengerian yang sebenarnya di Gaza.
Pekerja bantuan berulang kali mempertanyakan mengapa hukum internasional tidak dipatuhi atau ditegakkan sehubungan dengan warga sipil, pekerja kemanusiaan, dan petugas medis.
Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Beberapa Sanck Terbaik untuk Melatih Anjingmu, Ada Buah-Buahan?
Sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh IDC mengatakan komite tersebut diberitahu tentang sebuah kekhawatiran.
Kekhawatiran tersebut mengenai Israel yang bermaksud untuk melanjutkan serangan skala penuh di Rafah, yang sebelumnya ditetapkan sebagai ‘zona aman’ terakhir di Gaza.
Dilansir inNalar.com dari dawn.com, Lebih dari separuh penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta jiwa kini berlindung di Rafah.
Baca Juga: Punya Ragam Manfaat, Ternyata Memelihara Kucing Jadi Strategi Baru Kurangi Risiko Penyakit Jantung
Banyak dari orang-orang ini telah menjadi pengungsi internal beberapa kali, setelah mengikuti instruksi Israel untuk pindah ke daerah aman.
Kini, Rafah menjadi sasaran pemboman udara berulang kali, yang menimbulkan lebih banyak korban jiwa.
Selain itu, serangan tersebut telah menghancurkan lebih banyak infrastruktur yang diperlukan untuk akses dan penyebaran makanan, air, dan bantuan medis yang sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Benarkah Memelihara Kucing Berbahaya Untuk Kesehatan Bayi? Bongkar Fakta Menariknya
Setelah empat bulan perang, beberapa pemimpin Barat tampaknya akhirnya menyadari kengerian mengerikan yang dilancarkan Israel di Gaza.
Hal itu dapat dibuktikan dari perdana menteri Spanyol dan Belgia yang mengecam “pembunuhan warga sipil yang tidak bersalah” pada bulan November lalu.
Namun, Netanyahu menegur mereka karena mereka “tidak memberikan tanggung jawab penuh pada Hamas atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukannya.***