

inNalar.com – Pemilu 2024 telah selesai digelar di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 14 Februari 2024 lalu.
Terkait hasil pilpres, saat ini menurut real count KPU, paslon nomor urut 02, Prabowo-Gibran masih unggul dengan perolehan suara di atas 50 persen.
Adapun di posisi kedua ditempati oleh paslon capres dan cawapres nomor urut 02, yakni Anies-Muhaimin.
Baca Juga: Dinilai Berjasa Terhadap Negara, Prabowo Terima Kenaikan Pangkat dari Presiden Jokowi di Mabes TNI
Kemudian, di posisi ketiga disusul oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 03, yakni Ganjar-Mahfud.
Jika perhitungan suara saat ini telah mencapai 70 persen, kemungkinan besar pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka lah yang akan menang.
Adapun partai pengusung dari paslon nomor urut 02 ini berasal dari partai Gerindra, partai Golkar, partai PAN, PSI, dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Cek Fakta: Pilpres Putaran Kedua Bakal Digelar pada 26 Juni 2024 oleh KPU
Sedangkan dari paslon nomor utur 01 diketahui partai pengusungnya adalah partai NasDem, PKS, dan PKB.
Kemudian, untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 03, diusung oleh PDI Perjuangan, PPP, Perindo.
Menurut informasi yang dikutip dari laman wen ANTARA, Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM Arya Budi mengungkapkan bahwa jika Prabowo-Gibran menang, PDI Perjuangan dan PKS berpeluang menjadi oposisi pemerintah 2024-2029.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Kenakan Kemeja Kotak-kotak Saat Temui Prabowo di Kertanegara Jum’at Lalu
Namun, yang menjadi permasalahannya adalah kedua kemungkinan akan sulit untuk disatukan.
Berdasarkan keterangan dari Arya Budi, PDI Perjuangan dan PKS memiliki logika yang berbeda untuk mewujudkan checks and balances dalam membentuk pemerintahanyang demokratis.
Keduanya cenderung berjan secara terpisah, oleh karena itu akan sulit untuk disatukan.
Oleh karena itu, hal yang paling mungkin untuk kedua partai ini adalah berada di luar pemerintahan dengan jalan ditempuh sendiri-sendiri.
Sebab, untuk mempersatukan kedua pertai yang berbeda haluan itu butuh yang namanya kesamaan ideologi hingga platform politik.
Meskipun begitu, jika PDI Perjuangan dan PKS berada di dalam pemerintahan, mereka akan sangat mudah untuk bersatu.
Baca Juga: Pertanda Damai? AHY dan Moeldoko Berjabat Tangan di Istana Negara Jelang Rapat Paripurna
Salah satu hal yang menjadi pemicunya adalah adanya dorongan oleh platform politik berupa kementerian.
Di mana, masing-masing partai merasa menjadi bagian dari proses pemgambilan kebijakan publik.***
Tag: PDI Prjuangan, PKS, Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Pemilu 2024
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi