

inNalar.com – Seorang muslim yang sedang menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadhan wajib mengetahui dan lebih peka terhadap perilaku buruk ini.
Pasalnya, perilaku buruk yang suka tidak disadari sering dilakukan ini dapat menyebabkan orang merugi besar di Bulan Ramadhan.
Seketika amalan ibadah yang telah diupayakan dengan susah payah dan menahan nafsu makan dan dahaga bisa hilang seketika gegara kebiasaan ini.
Baca Juga: Renyah dan Gurih, Resep Udang Goreng Bihun Jadi Makanan yang Cocok Untuk Sahur
Lantas, perilaku buruk macam apa yang dapat membuat orang merugi di Bulan Ramadhan?
Perilaku buruk yang dimaksud adalah berlebihan dalam berbicara, tentunya dalam konteks hal yang tidak manfaat.
Lain halnya dengan profesi guru yang dituntut untuk banyak bicara agar ilmunya tersampaikan.
Baca Juga: Setan Dibelenggu Saat Bulan Ramadhan Tapi Maksiat Kok Masih Ada? Begini Kata Ustadz Nuzul Dzikri
Orang yang terlalu banyak bicara dalam hal yang tidak memberikan manfaat dipandang Islam sebagai kebiasaan ‘fudhulul kalam’.
Sebagai contohnya adalah sibuk melakukan berdusta, ghibah, fitnah sesama muslim, hingga menulis komentar dengan tutur kata yang buruk di media sosial.
Jadi perlu diingat bahwa perilaku buruk yang perlu diwaspadai saat menjalankan puasa Ramadhan ini tidak hanya diucapkan secara lisan.
Media sosial pun menjadi lumbung terbanyak orang merugi saat Ramadhan akibat dari perilaku buruk fudhulul kalam ini.
Hendaknya setiap muslim memperhatikan kebiasaan buruk ini, karena ada konsekuensi khusus bagi para pelakunya.
Akibat dari berlebihan bicara saat Ramadhan adalah Allah akan menolak ibadah puasa yang telah diperjuangkan olehnya seharian.
Berlebihan dalam bicara merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membuka pintu masuk setan.
Meski orang yang dibicarakan dalam kondisi tidak tahu-menahu dan mengenal kita, tetapi Allah Maha Mengetahui.
Sebaiknya setiap muslim lebih berhati-hati dengan lisannya agar setan tidak masuk mengoyak-oyak hati dan pikiran kita.
Pasalnya jika hati dan pikiran kita berhasil diruntuhkan oleh setan, maka sudah barang tentu apa yang diucapkan dari mulut akan sulit untuk dikendalikan.
Oleh karena itu, jadikan Ramadhan ini sebagai bulan untuk melatih diri kita meninggalkan perilaku buruk yang seringkali menggelincirkan seorang seseorang.
Dengan menahan diri dalam sikap fudhulul kalam ini, pahala puasa yang telah diupayakan seharian tidak sia-sia begitu saja.
Mulailah ganti dengan kebiasaan baru seperti memperbanyak dzikir, membaca alquran, dan menghadiri majelis ilmu.
Ingatlah hadits Bukhari berikut, hendaknya seorang muslim berkata yang baik saja atau diam.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi